GERAH
tubuh mengucur keringat
bikin basah baju dan cawat
"kurang apa lagi", tanyamu
di hadapan nyala api
"seteguk lagi, seteguk lagi"
kubilang, "jadikan tiga sloki"
double black label dan kopi
lalu, bulan kita kencingi
biarlah ia tenggelam
dipeluk li bai hingga karam
di sini pemabuk berebut tai
-- persetan dengan puisi
xiangyang bukan semarang
mari bersulang sayang
16 03 2016
Senin, 18 Juli 2016
Minggu, 03 Juli 2016
BELUM SAMPAI
BELUM SAMPAI
aku belum juga sampai, kepada
nasionalisme dan sosialisme yang agung itu
-- ingin menjadi bebal pun butuh biaya, upaya
dan bukti nyata
sekian perbincangan gagal
dusta, kebohongan masih begitu menggairahkan
: prasangka yang tak pernah berhasil diredam
-- iseng katanya
aku masih berutang dan terus berutang, setidaknya
kepada yang terhormat bumi, laut dan udara
-- bayang-bayang makin panjang
jatuh temponya
03.07.2014
aku belum juga sampai, kepada
nasionalisme dan sosialisme yang agung itu
-- ingin menjadi bebal pun butuh biaya, upaya
dan bukti nyata
sekian perbincangan gagal
dusta, kebohongan masih begitu menggairahkan
: prasangka yang tak pernah berhasil diredam
-- iseng katanya
aku masih berutang dan terus berutang, setidaknya
kepada yang terhormat bumi, laut dan udara
-- bayang-bayang makin panjang
jatuh temponya
03.07.2014
Label:
sajak


Langganan:
Postingan (Atom)