Jumat, 18 Agustus 2017

BUKAN PENYESALAN

BUKAN PENYESALAN berbulan-bulan ia menetesi jantung kekasihnya dengan air mata, selinang demi selinang, terus bertambah, tak kunjung kurang. selain cinta dan pertobatan, apa lagi yang dapat mengalir seperti sungai yang berhulu di rahim, yang telah menemukan tempat mukim, katakan. ketika semua yang ada di sekeliling merupakan hal yang sama---termasuk tekstur dan warna--- sulit memilah mana bumi mana laut mana maut, ketiganya sama-sama menjadi akhir perjalanan, meski dari jenis berbeda. 2017

BELUM TIRAKATAN

BELUM TIRAKATAN

Sudah terlalu lama meninggalkan titik keseimbangan dimana ketepatan dari unsur-unsur pembentuknya selalu menjadi pertaruhan sebagai ukuran berhasil tidaknya pencapaian.

Bahkan untuk memaki atau mengumpat sering kali menggunakan kata-kata yang kurang tepat, alhasil jatuh pada kegagalan. Sulit untuk menyebutnya sebagai sumpah serapah apa lagi kutukan.

Sepertinya kita lebih menyukai cengegesan saat menyikapi hampir segala hal---sebagai pelepas penat, kejenuhan atau apa pun yang membuat kita merasa tak nyaman.

Bersabarlah sayang, proses tirakatan masih dalam tahap awal persiapan. Jangan dinanti, lebih baik dijalani. Yang pasti lagu kebangsaan akan berkumandang esok pagi.

2017

Jumat, 11 Agustus 2017

BUKAN KESABARAN

BUKAN KESABARAN

semakin sedikit yang suka diam,
jauh lebih sedikit lagi yang mau berpikir,
kebanyakan justru semangat bicara ini dan itu,
lalu buru-buru mengetiknya dengan cemas.


seolah takut, temuan benda keras
yang mereka sangka emas, akan berubah
jadi batu, sebelum sempat mereka jual
atau setidaknya sempat mereka pamerkan
kepada para pesolek, yang rasa percaya dirinya
tak lebih tebal dari yang mereka punya.

iya tentu saja akan muncul beberapa alasan,
sebagai pembenar atas ketergesa-gesaan,
penghibur diri---selain maut, ada pula kesedihan
yang hadir tanpa pemberitahuan.

tunggu dulu, ini bukan perihal kesabaran,
tetapi tentang orang-orang yang suka menabung
untuk membeli kelezatan, yang singgah
semenit dua mencubit lidah.

2017

LANGIT KUNING LANGSAT

LANGIT KUNING LANGSAT


Menjelang akhir perbincangan membosankan di teras depan. 
Sejenak wajahmu mendongak ke atas lalu bertanya kepadaku,
"Kapan terakhir kali, kau melihat langit begitu mengenaskan?"

"Apakah kini warnanya sedang kuning langsat?", tanyaku balik.

"Ya, ia sedang menyamar sebagai kecemasan", katamu pucat.

Sebagaimana rekaman detik-detik kereta penuh penumpang
yang keluar dari lintasan. Atau kata-kata akhir sesaat sebelum
perempuan muda meloncat dari atap gedung lantai sembilan.

Dan, nyaris tidak ada pertanyaan untuk sepasang mata telinga 
yang memandang dan mendengarnya dari balik kotak cahaya,
berukuran berapa pun.

Baiklah, ini selalu perihal kedudukan yang menempatkan langit 
di bawah keberadaan tahta semesta---ruang tak terhingga itu. 
Tak pernah tidak.


2012 - 2017

Sabtu, 01 Juli 2017

JULUKAN

JULUKAN


Semata-mata bukan perkara klaim beberapa orang atau segala sesuatu terkait ketelanjuranku kepadanya, tetapi lebih pada kebenaran yang sanggup aku terima. Tepatnya adalah perihal sejenis kemerdekaan, yang ia tawarkan tidak kepadaku saja. 

Dulu, seseorang memang pernah menjulukinya sebagai datuk utara. Tentu saja, hal ini tidak bisa dijadikan satu-satunya alasan pembenar untuk yakin, lalu serta merta percaya kepadanya. 

Sebab selatan pun tak cuma tempat mukim bagi sebagian gunung, sebagaimana ketika kebekuan tak pernah berhasil dicapai dari permukaan hingga ke palung, pada sisi lain yang dibelah katulistiwa. 

Sementara, beberapa diriku yang lain ingin diakui keberadaannya. Tak cuma sang pemarah, salah satu yang boleh dibilang sangat menyukai sumpah serapah itu. 


2017

Jumat, 30 Juni 2017

KERUH

KERUH


langit coklat
seperti kopi susu

bukan selokan
bukan pula sungai

tak peduli upayamu
untuk mengalir

tak ada yang bilang
kepengin pulang

petang itu, tak ada
matahari terbenam

langit coklat
seperti kopi susu


2017

Minggu, 11 Juni 2017

ORANG-ORANG SULIT TIDUR

ORANG-ORANG SULIT TIDUR


orang-orang yang sulit tidur,
bergegas meninggalkan mimpi-mimpi,
di siang yang panas mata masih mengantuk,
bingung membedakan pusing dan batuk.

di bawah langit siang,
memandang bayang-bayang sendiri,
seperti sepasang mata anjing paling setia,
yang telah ditinggal mati tuannya.

perjalanan menuju sore,
terik matahari masih menyengat,
enggan melepaskan dekapannya yang lekat,
sementara, perbatasan semakin dekat.

namun hati telanjur mukim kepada malam,
sekian penyakit boleh datang dan pergi,
tapi kami tetap di sini, berupaya menikmati;

gerimis musim kemarau memukau,
hadir seperti bulu-bulu halus yang basah,
pelahan diterpa angin dari pegunungan,
memadamkan tubuh-tubuh yang hangus.

wajah-wajah mengeras, 
betapapun tidak semuanya bakal jadi arang,
tak semua mampu menyerap kotoran,
mengisap racun---mengobati dirinya sendiri.

dan mereka yang masih sulit tidur,
terus berjalan, tak lagi bergandeng tangan,
seolah dari segala penjuru mengepung senja 
---rumah yang sama.


2014 - 2017

Sabtu, 10 Juni 2017

BERLANGGANAN MIMPI

BERLANGGANAN MIMPI


Pada suatu hari kerja yang sibuk, tiba-tiba ia ingin berlangganan mimpi dari beberapa orang kawannya. Baginya mimpi-mimpi mereka menakjubkan, misal tentang spongebob yang bertemu zhang ziyi, menghadiri kondangan dengan membawa kado peti mati, mayat dua lelaki dan seorang anak yang mesti dimakamkan di halaman depan. Atau tentang hal-hal lain yang tentu saja lebih nyaman dan enak didengar ketimbang dipercaya. 

Lelaki yang dulu pernah berhasil mengikis kebenciannya terhadap mimpi-mimpi itu bukannya tak pernah berusaha untuk membekukan mimpinya sendiri yang bisa saja jauh lebih unik dan menarik dibanding yang dimiliki oleh kawan-kawannya. Namun usahanya selalu gagal sebab ketika terbangun dari tidur, di samping mimpinya terpenggal, ia juga sering lupa---tak pernah benar-benar ingat dengan mimpinya---jika tidak sebagian besar tentu semuanya. 

Kenapa kaulepas vaginamu dari penisku? aih mana bebek panggangku? telur asin manisku? Setidaknya ia masih ingat sebagian kecil dari mimpi terakhirnya tahun lalu yang memang tak pernah tuntas itu. Selalu ada yang membangunkannya dari tidur, entah apa atau siapa. Dan, pagi tadi hal itu dilakukan oleh dirinya sendiri.


2017

Senin, 29 Mei 2017

JEDA

JEDA


Pada suatu persinggahan, ia sampai pada kesimpulan bahwa dosa adalah semacam jalanan aspal yang telah mengelupas. Teksturnya memang tak sama dengan wajah rembulan, tapi dari jarak tertentu nyaris tampak tak berbeda. Sedangkan pahala adalah ruas dan kondisi yang lain pada jalan yang sama. Keduanya mesti dilalui meski mungkin memiliki jarak dan waktu tempuh yang berbeda.

Maka, menjadi manusia bukanlah sekadar cita-cita, namun memenuhi naluri dasar, dorongan terdalam yang ada, yang butuh ditemukan dengan menggali, lalu memunculkannya, hingga tumbuh dan terus berkembang sampai pada suatu titik yang tak lagi bisa ditambah atau pun dikurangi.

Setelah mengisap rokok dan beberapa saat membiarkan asapnya yang membentuk lingkaran meninggi, gumamnya lirih, "Baiklah, tak ada masalah".


2017

Rabu, 10 Mei 2017

NGGAK NYAMBUNG

NGGAK NYAMBUNG


saat, hanya setengah huruf yang dibagikan,
ketika, lebih menyerupai semacam koma,
ketimbang petuah atau khotbah.

dapat dimengerti jika kemudian, ada yang
bersikeras, "sumpah, itu cuma pepatah"

ada yang keluar dari sebuah grup whatsapp, 
lalu berniat bikin grup baru pagi ini, karena
pemilihan kepala daerah dan isu ideologi,
ditambah dengan persoalan remeh temeh
yang membosankan---bertegur sapa, janjian 
makan---dan juga kitab yang dianggap suci.

"jadi, apakah kalimatnya sudah benar?"
tanya seorang teman dari telepon genggam.
"apa? suaramu putus-putus", teriaknya.
sesaat gema, sebelum benar-benar putus.

padahal aku belum mengucapkan apa-apa. 
sumpah mampus.


2017

Selasa, 09 Mei 2017

TERINGAT

TERINGAT


aku teringat, ia pernah merasa jadi pemilik kebenaran,
cenderung merasa telah sejajar dengan syeh siti jenar,
tapi percaya, bahwa dirinya bukan satu-satunya tuhan.

dan kawanku yang lain mulai sering bergumam sendiri, 
katanya, "aku sudah bukan penyair, tak bisa lagi bikin 
puisi, mestinya akan genap lima tahun, lebaran nanti".

menurutmu, apakah mereka menyesal menjadi tuhan
atau justru sedang bersyukur tak lagi menjadi penyair,
karena aku sudah tidak peduli dengan segala predikat.

ingat kau yang memberitahu, bahwa tuhan hanya satu,
selebihnya cuma jadi bukti perihal keberadaan dirinya.

"jangan serakah, ambil bagianmu saja", jawabmu duka.


2017

GAMBAR KARYA ANAKKU

GAMBAR KARYA ANAKKU


setelah hampir tiga belas tahun berlalu,
kembali aku melihat gambar anakku --
coretan pensil pada dinding di ruang tamu.

rumah tak simetris itu masih tampak jelas, 
dibawah saklar lampu--menandai usianya.

selama itu, kami memang lebih memilih 
membeli beras, sabun dan beberapa buku,
ketimbang cat tembok warna biru.

dulu, kami pernah sangat bimbang, 
kini, meskipun ngotot mengingat-ingat, 
tak pernah sampai pada jumlah butir nasi, 
yang telah kami buang.

kuputuskan memotretnya dengan android,
yang tentu bakal lebih sering kugenggam.


2017

Minggu, 07 Mei 2017

KERETA KENCANA

KERETA KENCANA


belum bosankah mengagumi celana dalam istrimu
yang terhitung baru lima hari ia beli dari sebuah mall.

jika sudah merasa rindu dengan yang telah usang,
yang kolornya telah melar dan warnanya sudah kusam,
seiring pantatnya yang mengendur, beri tahu aku.

ini hanya awal dari upaya berdarah-darah yang mesti
dilakukan, agar ia menjadi babu sekaligus ratumu,
supaya kau setara dengan raja dan juga budak baginya.

dengan begitu akan lebih mudah berbagi bangku,
di dalam kereta kencana yang ditarik empat ekor kuda.


2017

Selasa, 02 Mei 2017

BUKAN MIMPIKU

BUKAN MIMPIKU


kekasih bemimpi--diriku lelah dan sakit--
lalu kutukar mimpinya dengan kenyataan.

kini aku sibuk menghitung umur,
berupaya memastikan yang tidak tertutur,
benar-benar bikin sulit tidur.

asbak sudah penuh abu dan puntung, 
sedangkan aku tak jua seringan asap rokok.

belum sampai jantung,
ya, masih di depan hidung.

entah sampai kapan, berada di daur ulang, 
demi nisan batu hitam, ini bukan penantian.

memang bukan.


2015 - 2017

Senin, 24 April 2017

PISAUMU

PISAUMU


meski telah ratusan kali diteguk, 
kesunyian itu tak pernah membunuhnya
hanya mampu membuatnya mabuk.

kepadamu, pemabuk yang berbahagia itu
akan meminjamkan pisaunya,
secara cuma-cuma, tanpa prasangka.

lalu satu tusukan atau satu sayatan panjang,
akan tetap membuatnya tertawa ---
apapun pilihanmu, sama saja.

kau tidak akan pernah bisa mengasahnya,
tidak dengan kenangan, tidak pula kesunyian.

hingga, suatu saat nanti pisaumu hadir ---
ia yang memang mewakili ketajamanmu.


2014 - 2017