Kurniawan Yunianto :
RAGU
di atas piring keramik
roti dalam bungkus plastik
mengerling kepadaku
: ragu senantiasa merayu
Selasa, 19 Agustus 2008
Jumat, 15 Agustus 2008
KESUNYIAN
SUNYI
sunyi tak menginginkan apa pun darimu :
sejak abad pertama saat bumi mendingin
tak pernah ia punya rasa ingin
bahkan ketika kemudian diwujudkan
oleh sebagian atau segenap indra manusia
dan akan selalu begitu
tanpa tanya melumatmu --menikmatimu
tidakkah mestinya demikian pula, engkau
kepadanya
2008
sunyi tak menginginkan apa pun darimu :
sejak abad pertama saat bumi mendingin
tak pernah ia punya rasa ingin
bahkan ketika kemudian diwujudkan
oleh sebagian atau segenap indra manusia
dan akan selalu begitu
tanpa tanya melumatmu --menikmatimu
tidakkah mestinya demikian pula, engkau
kepadanya
2008
Label:
sajak


Kamis, 14 Agustus 2008
SOPO UTOWO OPO
Dino iki opo wis podo ngilo
Sejatine opo utowo sopo to ?
guritanku ngukir ing watu padas
jeru koyo jeroning jurang kanistan
nipak ono ning ati
Sejatine opo utowo sopo to ?
guritanku ngukir ing watu padas
jeru koyo jeroning jurang kanistan
nipak ono ning ati
Label:
geguritan


Selasa, 12 Agustus 2008
KEPADA AWAN
KEPADA AWAN
aku tak ingin seperti kemarin
kali ini kau harus tuntaskan isyarat itu
agar aku ngerti betul apa maumu
jangan menjelma lagi sebagai deras hujan
kerna aku tak mau kemalaman
kemarin malam
pertunjukanmu sungguh membosankan
2008
aku tak ingin seperti kemarin
kali ini kau harus tuntaskan isyarat itu
agar aku ngerti betul apa maumu
jangan menjelma lagi sebagai deras hujan
kerna aku tak mau kemalaman
kemarin malam
pertunjukanmu sungguh membosankan
2008
Label:
sajak


Sabtu, 02 Agustus 2008
SEBENTAR LAGI SAMPAI
SEBENTAR LAGI SAMPAI
di kegelapan pagi
mendekat ke gerbang tol
berderet sekian lampu jalan
kuning, angkuh, temaram
pada ruas jalan di depan
dingin lebih dulu hadir, lalu
lengang berdesakan mengapung
ke jiwa perlahan mengepung
papan penunjuk, terbaca
sebelas kilometer arah pulang
2008
di kegelapan pagi
mendekat ke gerbang tol
berderet sekian lampu jalan
kuning, angkuh, temaram
pada ruas jalan di depan
dingin lebih dulu hadir, lalu
lengang berdesakan mengapung
ke jiwa perlahan mengepung
papan penunjuk, terbaca
sebelas kilometer arah pulang
2008
Label:
sajak


Langganan:
Postingan (Atom)