MATA KERING
"apa kabar", tegur sapamu datar,
seolah kita tak pernah berciuman
dan berpose, di depan cermin.
yang pasti kita pernah berpelukan,
memang hidup payudaramu itu.
hampir saja kusentuh putingnya.
tak ada yang bisa disembunyikan
apa lagi dilipat menjadi burung,
namun aku ngotot berteriak-teriak,
"terbang, terbang, terbanglah!!"
musim hujan masih tiga bulan,
tak bisa dibuat bercanda, saat itu
sukar mengeringkan sesuatu.
"tapi, tak ada air mata" bisikmu,
lalu, mulut pun saling mengisap
dan bibir kita, perlahan mengeras
makin berasap, semakin panas.
kini lihatlah, tiap kali ditepuk
yang rontok hanya butiran debu
sepasang mata telah mengering,
sejak musim hujan bertahun lalu.
sepertinya, tidak ada lagi alasan
yang mampu membuat keduanya
meneteskan sesuatu.
2013 - 2018
Rabu, 18 April 2018
Senin, 09 April 2018
PRASANGKA MASA KINI
PRASANGKA MASA KINI
seperti gelap dan terang pada lukisan
yang menghidupkan dan memungkinkan
munculnya kegelisahan
demikian pula abstrak dan yang wujud
tiada henti bergantian hadir, berkelindan
dengan masing-masing muatan
terus bergerak
dari keseimbangan ke keseimbangan
bergerak melewati semua ketertundaan
lalu usang dan lampau
begitulah peristiwa, segenap gemanya
mampu bikin kita menangis dan tertawa
apa katamu? kenyataan?
barusan lewat
2018
seperti gelap dan terang pada lukisan
yang menghidupkan dan memungkinkan
munculnya kegelisahan
demikian pula abstrak dan yang wujud
tiada henti bergantian hadir, berkelindan
dengan masing-masing muatan
terus bergerak
dari keseimbangan ke keseimbangan
bergerak melewati semua ketertundaan
lalu usang dan lampau
begitulah peristiwa, segenap gemanya
mampu bikin kita menangis dan tertawa
apa katamu? kenyataan?
barusan lewat
2018
Label:
sajak


Jumat, 06 April 2018
TAK ADA MASA DEPAN
TAK ADA MASA DEPAN
yang nyata adalah saat ini
dan melangkah hanya sebuah pilihan
melanjutkan apa yang telah diawali nenek moyang
terus bergerak, beranak pinak, menimang cucu
sebelum duduk sendirian di teras depan
sebagaimana kebanyakan orang
aku bisa mendadak merasa kesepian
merapatkan telinga ke dinding, lalu ke lantai
waspada terhadap segala bunyi yang paling pelan
sebelum kemudian menyanyi tidak karuan
ayo putar ulang kasetnya
kembali ke side a, ke lagu pertama
mari berdendang bersama biduan pujaan
seolah di hadapan penonton yang tepuk tangan
inilah bahagia, dari jenis sesaat yang menyesatkan
tapi biasanya cenderung melegakan
putar lagi, biarkan menyala
putar ulang sekali lagi, hingga muntah-muntah
hingga akhirnya padam dengan sendirinya
yang mengendap-endap, yang datang tiba-tiba
yang bertiup sungsang, yang mengalir tanpa suara
mana yang masa depan
selain peristiwa-peristiwa yang didaur ulang
masa depan hanya kumpulan ramalan dan prediksi
ia terbukti, ketika menjadi masa kini
2012 - 2018
yang nyata adalah saat ini
dan melangkah hanya sebuah pilihan
melanjutkan apa yang telah diawali nenek moyang
terus bergerak, beranak pinak, menimang cucu
sebelum duduk sendirian di teras depan
sebagaimana kebanyakan orang
aku bisa mendadak merasa kesepian
merapatkan telinga ke dinding, lalu ke lantai
waspada terhadap segala bunyi yang paling pelan
sebelum kemudian menyanyi tidak karuan
ayo putar ulang kasetnya
kembali ke side a, ke lagu pertama
mari berdendang bersama biduan pujaan
seolah di hadapan penonton yang tepuk tangan
inilah bahagia, dari jenis sesaat yang menyesatkan
tapi biasanya cenderung melegakan
putar lagi, biarkan menyala
putar ulang sekali lagi, hingga muntah-muntah
hingga akhirnya padam dengan sendirinya
yang mengendap-endap, yang datang tiba-tiba
yang bertiup sungsang, yang mengalir tanpa suara
mana yang masa depan
selain peristiwa-peristiwa yang didaur ulang
masa depan hanya kumpulan ramalan dan prediksi
ia terbukti, ketika menjadi masa kini
2012 - 2018
Label:
sajak


Langganan:
Postingan (Atom)