PERJUANGAN RAKYAT KECIL
bukan perihal memiliki atau tidak
mimpi dan harapan sering kali tidak mewujud
justru, ketika keduanya muncul hanya untuk diingat
ibarat paku berkarat yang terbaring di jalan
hingga kemudian, menancap pada roda kendaraan
yang melindasnya
ketangguhan, ketabahan, dan tentu saja kerapuhan
masing-masing membangun kemungkinan
atas keberhasilan
ya, ini terkait dengan bagaimana meletakkan tujuan
dan kau tahu, ia tak mungkin berada di titik awal
saat, sebuah pergerakan dimulai
2018
Minggu, 20 Mei 2018
Senin, 14 Mei 2018
LALU KAPAN
LALU KAPAN
katanya, tidak ke mana-mana
engkau bilang, di sini saja
ya, tubuhmu di depan komputer
sementara, mata dan telingamu
telah sampai di ibu kota
aku jadi malas bertanya
tentang pikiranmu, kurniawan
sepertinya kau belum bergerak
memulai, apa yang engkau sebut
sebagai kesintingan, dari jenis
yang menentramkan
sementara, mimpi dan harapan
telanjur kauberangkatkan pulang
sejak musim mulai tak karuan
sejak orang-orang beranggapan,
diri mereka manusia
2018
Label:
sajak


Jumat, 11 Mei 2018
GENERASI PENERUS
GENERASI PENERUS
baiklah, kau tak bicara soal mariyuana
antibiotik atau obat generasi ketiga dari
valium dan diazepam.
kau lebih senang mendengar, seorang
presiden suka makan krupuk, beberapa
bintang film minum racun tikus.
dan yang lebih menggembirakan, tentu
ketika krupuknya telah mlempem, atau
bintang filmnya gagal mati.
saat kau ngotot bertanya apa yang bisa
bikin bahagia, pernahkah berpikir, misal
robot tidak suka makan pizza.
atau heiii, hayam wuruk, bukankah dia
pemilik warung di pinggiran kali brantas
yang suka menyamar jadi raja.
baiklah, sama sekali bukan mimpi,
ranting patah, daun luruh, bunga gugur
menjadi terserah kau selalu butuh jujur
ya harganya pasti, tak bisa ditawar lagi,
lila legawa, memang mudah diucapkan,
ketimbang dituliskan.
2018
baiklah, kau tak bicara soal mariyuana
antibiotik atau obat generasi ketiga dari
valium dan diazepam.
kau lebih senang mendengar, seorang
presiden suka makan krupuk, beberapa
bintang film minum racun tikus.
dan yang lebih menggembirakan, tentu
ketika krupuknya telah mlempem, atau
bintang filmnya gagal mati.
saat kau ngotot bertanya apa yang bisa
bikin bahagia, pernahkah berpikir, misal
robot tidak suka makan pizza.
atau heiii, hayam wuruk, bukankah dia
pemilik warung di pinggiran kali brantas
yang suka menyamar jadi raja.
baiklah, sama sekali bukan mimpi,
ranting patah, daun luruh, bunga gugur
menjadi terserah kau selalu butuh jujur
ya harganya pasti, tak bisa ditawar lagi,
lila legawa, memang mudah diucapkan,
ketimbang dituliskan.
2018
Label:
sajak


Rabu, 09 Mei 2018
BERTEMU SAHABAT LAMA
BERTEMU SAHABAT LAMA
dari seberang jalan, dia menyapa
kepalanya masih memakai helm
saat menghampiri diriku
hingga helm dilepas aku masih lupa
bibirnya bergetar ketika berbicara
juga jari-jari tangannya
kami bercakap-cakap di pinggir jalan
dia berkata, "aku hampir putus asa"
sebelum kami sepakat kembali jumpa,
kubilang, "heii, kau tampak tua"
"tapi istriku masih muda" katanya
ya, perbincangan yang sangat singkat
masing-masing meneruskan perjalanan,
dia menuju ke timur, aku tenggelam
dalam kenangan
dulu, kami senang berbincang
perihal drama, musik, film dan politik,
tentang mata kuliah dan beberapa teman
termasuk sejumlah teman perempuan
yang gagal menjadi istri kami
sejak dulu, kami tak pernah membicarakan
perempuan yang kini menjadi istri kami
setidaknya, hingga pertemuan tadi
2018
dari seberang jalan, dia menyapa
kepalanya masih memakai helm
saat menghampiri diriku
hingga helm dilepas aku masih lupa
bibirnya bergetar ketika berbicara
juga jari-jari tangannya
kami bercakap-cakap di pinggir jalan
dia berkata, "aku hampir putus asa"
sebelum kami sepakat kembali jumpa,
kubilang, "heii, kau tampak tua"
"tapi istriku masih muda" katanya
ya, perbincangan yang sangat singkat
masing-masing meneruskan perjalanan,
dia menuju ke timur, aku tenggelam
dalam kenangan
dulu, kami senang berbincang
perihal drama, musik, film dan politik,
tentang mata kuliah dan beberapa teman
termasuk sejumlah teman perempuan
yang gagal menjadi istri kami
sejak dulu, kami tak pernah membicarakan
perempuan yang kini menjadi istri kami
setidaknya, hingga pertemuan tadi
2018
Label:
sajak


Sabtu, 05 Mei 2018
SEPERTI SIKLUS AIR
SEPERTI SIKLUS AIR
engkaukah
yang mengalir melalui parit
dan sungai kecil
engkaukah
yang tabah melewati ginjal
terbuang di selokan
engkaukah
yang melarung penderitaan
hingga ke muara
engkaukah
yang menyatu dengan laut
menolak karam
engkaukah
yang menguap ganti wujud
menjadi awan
engkaukah
hujan yang turun di gunung
meresap ke tanah
engkaukah
yang muncul lagi dari tanah
sebagai mata air
engkaukah
yang mengalami semua itu
tanpa penolakan
engkaukah
yang gigih pura-pura iseng
zaman berzaman
2018
engkaukah
yang mengalir melalui parit
dan sungai kecil
engkaukah
yang tabah melewati ginjal
terbuang di selokan
engkaukah
yang melarung penderitaan
hingga ke muara
engkaukah
yang menyatu dengan laut
menolak karam
engkaukah
yang menguap ganti wujud
menjadi awan
engkaukah
hujan yang turun di gunung
meresap ke tanah
engkaukah
yang muncul lagi dari tanah
sebagai mata air
engkaukah
yang mengalami semua itu
tanpa penolakan
engkaukah
yang gigih pura-pura iseng
zaman berzaman
2018
Label:
sajak


Langganan:
Postingan (Atom)