PERBINCANGAN BERHENTI
tiap kali tiba
pada perbincangan
tentang bahasa hujan kepada bumi
ada yang mendadak
keras berteriak
mulutmu
membuat telingaku tuli
boleh jadi
Mulut Telinga adalah arah
dari dan ke mana suara pergi
tapi kata hati
yang kau bilang seringkali menjelma kangen
nyaris selalu terselip di kelopak mata
yang pandangnya mempedaya
dan binarnya sungguh dusta
biar saja jika kemudian Mereka
saling mengaku lebih dulu memiliki
kerna aku tak lagi peduli
siapa yang paling sunyi
06.03.2010
Selasa, 09 Maret 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar