TAK TERASA PUTUS ASA
selagi masih rasa
yang dipercaya
tak pernah sampai
segala yang ingin dicapai
kehendak terperas dari keinginan
yang tiris dari nafsu
tak pernah selaras pada yang satu
kemudian menjadi siasia
meski keringat mengucur deras
dan air mata terkuras
hanya membasahi gambaran
luput pada kenyataan
tubuh begitu betah
seolah tak butuh rebah
begitu nyaman memasuki labirin licin
tak berujung pangkal
penuh godaan di tiap tikungan
inilah nikmat akal yang diulangulang
rasa ingin tahu paling sakau
betapa akut betapa pukau
seperti kepada mainan baru
membuatmu berlamalama
tak ke manamana
hingga lupa waktu
tak menemukan pintu
asyik terkunci
09.02.2011
Selasa, 08 Februari 2011
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar