DEMIKIANLAH
bagaimana, cara mengetahui saat ini adalah selasa atau rabu
selain dari tulisan di celana dalam yang kauganti sehari sekali
celakanya, kau sama sekali tak mengenal sang pencipta huruf
yang selama ini kaupakai untuk menuliskan semua yang hadir
belum lagi mengenai angka-angka dan semua simbol yang ada
untuk melengkapi tanda bagi segala apa yang pernah singgah
demi akal pikir, demi segenap indra dan semua yang mengaku
lebih labil dari setetes embun di atas daun talas -- demikianlah
30.10.2016
Minggu, 30 Oktober 2016
Jumat, 28 Oktober 2016
SETELAH MELEWATI TENGAH MALAM
SETELAH MELEWATI TENGAH MALAM
Beberapa orang yang telah meninggalkan kebiasaan mengunyah kembang, menggigit meja atau sendal, atau perilaku sejenis---kegemaran lama untuk menuntaskan dan melampiaskan rasa kesal---banyak yang menemukan hobi baru. Mereka sudah terlalu lama bosan dengan hal-hal yang pada akhirnya mereka anggap sebagai sesuatu yang sudah kuno, usang dan antik, sama sekali tidak keren bahkan nyaris setara dengan tahayul.
Kini berbagai jenis situs menjadi tempat tujuan, mulai dari tempat pertemuan para pemikir yang siapa tahu dari sana mereka dapat mencuri apapun yang tampak keren untuk dipamerkan di kemudian hari, hingga tempat pemutaran film-film khusus bagi orang dewasa yang bisa diunduh dengan gratis. Meski bisa jadi pada kenyataannya mereka masih suka mengoleksi boneka berbi atau sesekali secara diam-diam minum sirup curcuma di malam hari.
Mereka juga akan melakukan aktifitas lain dengan dampak yang lebih efektif untuk melupakan pahitnya kehidupan, semisal meminum minuman dalam kemasan botol yang diharapkan dapat membuat mereka untuk sementara lupa tentang ingatan terhadap kampung halaman, pepohonan, rumput, bunga, hujan, rembulan, pelukis, penyair, bapak, ibu, para guru, para mutan dan handai taulan. Atau menelan sekaligus selusin tablet obat-obatan baik dari perusahaan farmasi ternama maupun produk buatan sendiri yang telah mencapai tataran kreatifitas yang mencengangkan dalam meramu dan mengembangkan methylenedioxy-N-methylamphetamine.
Sebagian lagi yang lebih tertarik dengan sesuatu yang bersifat jarak jauh, jangka panjang dan permanen---untuk menghindari sebutan abadi---barangkali akan lebih suka melaluinya bersama sekaleng cairan pembasmi serangga yang memang sudah terbukti berkhasiat dan terkenal paten. Meski tak menutup kemungkinan akan tergoda mencoba resep lama kemasan baru semacam kopi sianida yang cukup menjanjikan dalam tingkat keberhasilan.
Persoalan yang mereka tolak bukan sesuatu yang terkait secara langsung dengan kebutuhan dasar hidup seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal tapi lebih dipicu oleh seabrek kebutuhan yang mereka ciptakan sendiri seiring berkembangnya peradaban. Dan kalian boleh berpendapat dan berprasangka, bahwa sesuatu yang masif, yang direncanakan dengan rapi dan boleh dibilang tertata cukup sempurna, sedang berlangsung setiap hari, secara membabi buta di buta pagi.
29.10.2016
Label:
prosa pendek


Rabu, 26 Oktober 2016
BERKHAYAL, JAUH LEBIH MUDAH
BERKHAYAL, JAUH LEBIH MUDAH
pada suatu waktu,
ketika kaos kaki serasa sepatu lars,
lalu jinjit, bersijingkat melangkah,
seolah-olah salah satu kaki tinggi sebelah.
merasa gagah --setidaknya merasa cukup tangguh
dari mata cekung yang memandang jauh,
melengkung ke bawah.
sampai kemudian, secara tidak terduga
ternyata sanggup membubarkan
pengajian ibu-ibu kampung sebelah.
mabuk, ah tidak, Ini hanya sebuah kisah
tentang pejuang yang membawa botolnya sendiri
yang barangkali saja sedang berdinas
di angkatan laut atau justru angkatan udara.
tentu ada cerita yang lain,
yang masih melanjutkan kisah pejuang kita yang satu ini
atau cerita lepas dengan sedikit sentuhan
dari obat-obatan, dalam kemasan kardus kecil,
namun berdampak cukup besar.
entahlah, mana yang benar
di antara semua kenangan di tempat tersebut.
yang jelas, kemungkinannya cuma satu, cuma satu,
semuanya memang tidak cukup jelas.
dari awal semuanya terlanjur tiris terperas,
sulit untuk dibilang pas.
25.10.2016
pada suatu waktu,
ketika kaos kaki serasa sepatu lars,
lalu jinjit, bersijingkat melangkah,
seolah-olah salah satu kaki tinggi sebelah.
merasa gagah --setidaknya merasa cukup tangguh
dari mata cekung yang memandang jauh,
melengkung ke bawah.
sampai kemudian, secara tidak terduga
ternyata sanggup membubarkan
pengajian ibu-ibu kampung sebelah.
mabuk, ah tidak, Ini hanya sebuah kisah
tentang pejuang yang membawa botolnya sendiri
yang barangkali saja sedang berdinas
di angkatan laut atau justru angkatan udara.
tentu ada cerita yang lain,
yang masih melanjutkan kisah pejuang kita yang satu ini
atau cerita lepas dengan sedikit sentuhan
dari obat-obatan, dalam kemasan kardus kecil,
namun berdampak cukup besar.
entahlah, mana yang benar
di antara semua kenangan di tempat tersebut.
yang jelas, kemungkinannya cuma satu, cuma satu,
semuanya memang tidak cukup jelas.
dari awal semuanya terlanjur tiris terperas,
sulit untuk dibilang pas.
25.10.2016
Label:
sajak


Jumat, 21 Oktober 2016
AROMA SUARA
AROMA SUARA
yang tertipu merasa ketiban rejeki
yang sedang membikin ilusi tak menyadari
jadi ingat sepasang mata dan pelangi
sehabis hujan reda
yang basah tak cuma halaman
dan beranda
"mereka ingin membunuh lalat di hidungmu
dengan palu besi", kataku
tapi mereka berkata, tetesi aku dengan rindumu
di lain waktu mereka bilang, taburi aku
dengan rindumu
dasar, bedebah jahanam
mana yang benar, yang serupa pasir
atau yang cair
aku terkenang sepasang mata, lalu pelangi
lalu lalat lalu hidung lalu palu besi
lalu seseorang berteriak, "dinamit, mana dinamit"
yang lain, merasa cukup dengan kentut
19.10.2016
yang tertipu merasa ketiban rejeki
yang sedang membikin ilusi tak menyadari
jadi ingat sepasang mata dan pelangi
sehabis hujan reda
yang basah tak cuma halaman
dan beranda
"mereka ingin membunuh lalat di hidungmu
dengan palu besi", kataku
tapi mereka berkata, tetesi aku dengan rindumu
di lain waktu mereka bilang, taburi aku
dengan rindumu
dasar, bedebah jahanam
mana yang benar, yang serupa pasir
atau yang cair
aku terkenang sepasang mata, lalu pelangi
lalu lalat lalu hidung lalu palu besi
lalu seseorang berteriak, "dinamit, mana dinamit"
yang lain, merasa cukup dengan kentut
19.10.2016
Label:
sajak


Sabtu, 15 Oktober 2016
ULAT BULU
ULAT BULU
Dengan menegakkan bulu-bulunya yang halus lalu menggerakkan tubuh belakangnya sedemikian rupa, seekor ulat bulu tampak gagah. Berhadap-hadapan dengan kami, ia terlihat serius bahkan terkesan marah. Sehingga membuat kami berpikir, bahwa makhluk mungil yang indah tapi tetap mengerikan itu, sedang berupaya keras untuk mengatakan, "kalian tidak boleh di sini, ini wilayah kami".
Hal itu sudah lebih dari cukup untuk memaksa kami, seketika itu, selain berhitung tentang untung rugi, juga belajar saling menghormati. Dan sedetik dua kemudian, tak ada alasan bagi kami untuk berlama-lama mengemasi apa yang kami bawa --tas, rokok, charger, hape-- lalu dengan suka rela pergi.
15.10.2016
Label:
prosa pendek


Sabtu, 01 Oktober 2016
BANGUN PAGI
BANGUN PAGI
bangun pagi, seharusnya tidak cuma
rutinitas alami, bagi sebagian badan
mestinya menyeluruh, termasuk pula
yang sebelumnya berada di luar tubuh
besarnya kelamin, tidak serta merta
dapat disetarakan dengan kemaluan
hasrat keinginan hendaknya disatukan
dalam kehendak suci yang mewakili
sementara sarapan sudah jadi mimpi,
segenap yang dijanjikan tetap misteri
dan lelaki tua wajahnya tampak letih,
tujuh tahun lebih, ia tidak bangun pagi
30.09.2016
bangun pagi, seharusnya tidak cuma
rutinitas alami, bagi sebagian badan
mestinya menyeluruh, termasuk pula
yang sebelumnya berada di luar tubuh
besarnya kelamin, tidak serta merta
dapat disetarakan dengan kemaluan
hasrat keinginan hendaknya disatukan
dalam kehendak suci yang mewakili
sementara sarapan sudah jadi mimpi,
segenap yang dijanjikan tetap misteri
dan lelaki tua wajahnya tampak letih,
tujuh tahun lebih, ia tidak bangun pagi
30.09.2016
Label:
sajak


Langganan:
Postingan (Atom)