SEOLAH TANPA KESIMPULAN
otak mereka seperti berkata;
tentu, kami tak akan tinggal diam,
kami seharusnya lebih perhatian,
kami akan terus melawan, dan
sudah bukan rahasia lagi, bahwa
kebenaran harus ditegakkan.
kini, mulut yang mulai berbicara,
mewakili beberapa keputusan
yang tak diketahui secara pasti
untuk jangka waktu berapa lama,
berlaku, sejak dihadirkan.
lalu, mereka juga menuliskan
apa yang telah menemui mereka,
di antaranya; nasi, krupuk gendar,
tempe, sayur lodeh, zat asam,
logam, kayu bakar, film, khu lung,
dogma 95, media sosial, imajisme,
anak hilang dan kucing hitam.
dengan, mata yang kian merah,
hidung bengkak menahan ingus,
muka tirus, tangan kaki yang kurus,
tubuh yang tidak selesai bergetar
diguyur sepi dan wedang kopi.
demi, sedetik dua yang mahal,
detik-detik yang menurut mereka,
telah memeluk sebuah peristiwa
yang disihir menjadi begitu mewah
entah oleh siapa.
2018
Senin, 25 Juni 2018
Rabu, 06 Juni 2018
ES BLEWAH
ES BLEWAH
kombinasi
serutan daging buah
sirup frambos
dan es batu
dan sedikit tambahan
air matang
mungkin
ditaburi kasih sayang
tanggung jawab
dan harapan
tapi aku tak yakin
sebesar keraguanku
pada angka-angka statistik
pada lembaran kertas
yang menumpuk
di atas meja
semangkuk besar
dia masukkan ke kulkas
katanya, "mesti sabar"
dan matanya melirikku
menghardikku
ketika itu
dia mirip nenek tua
yang nynyir
sedang aku tak ubahnya
bocah tujuh tahun
yang nakal
tentu saja
hal ini terjadi
di saat bulan ramadan
pada hari pertama
kira-kira satu jam
setelah azan zuhur
dikumandangkan
salah
jika engkau menebak
ini mimpi di siang bolong
sama sekali
bukan
bukan mimpi
bukan angan-angan
bukan omong kosong
tetapi memang
kenyataan
kondisi ketika,
kami belum menikah
dan tugas kuliah
kadang butuh dikerjakan
lebih dari satu orang
demikian
2018
kombinasi
serutan daging buah
sirup frambos
dan es batu
dan sedikit tambahan
air matang
mungkin
ditaburi kasih sayang
tanggung jawab
dan harapan
tapi aku tak yakin
sebesar keraguanku
pada angka-angka statistik
pada lembaran kertas
yang menumpuk
di atas meja
semangkuk besar
dia masukkan ke kulkas
katanya, "mesti sabar"
dan matanya melirikku
menghardikku
ketika itu
dia mirip nenek tua
yang nynyir
sedang aku tak ubahnya
bocah tujuh tahun
yang nakal
tentu saja
hal ini terjadi
di saat bulan ramadan
pada hari pertama
kira-kira satu jam
setelah azan zuhur
dikumandangkan
salah
jika engkau menebak
ini mimpi di siang bolong
sama sekali
bukan
bukan mimpi
bukan angan-angan
bukan omong kosong
tetapi memang
kenyataan
kondisi ketika,
kami belum menikah
dan tugas kuliah
kadang butuh dikerjakan
lebih dari satu orang
demikian
2018
Label:
sajak


Langganan:
Postingan (Atom)