Senin, 08 Agustus 2016

BUNYI JATUH

BUNYI JATUH

jika kau pernah mendengar suara dari mulut :
semacam tiupan udara sedang dimampatkan
pada lubang sempit  yang dibentuk oleh dua
bibir  yang sebelumnya tersumbat oleh ujung
lidah, maka bisa dikatakan engkau juga tahu
bagaimana suara rambut yang jatuh ke lantai
bahkan jika ternyata itu cuma sehelai jembut


08.08.2016

USAI

USAI

usai nonton film tentang kerja pandai besi
perihal kegunaan barang hasil karya mereka
-- pembunuhan dan upaya penyelamatan

sambil terus mengamati huruf, lalu angka
yang sering menjadi sebab cemas dan derita
atau semacam keraguan yang telah kronis

tidak ada saran untuk melakukan bunuh diri
hanya saja, yang bisa mati tak cuma tubuh
yang lain, yang bukan benda pun butuh

memang, kegemaran telah melupakan harga
-- tak ada jual beli mengenai yang satu ini
mirip keyakinan, setelah itu habis perkara


06.08.2016

ANGGAP SAJA TAK PEDULI

ANGGAP SAJA TAK PEDULI

pisang gorengnya terlalu asin
katanya, mesti ditambah gula
entah agar terasa seperti apa

namun, kopinya cukup kental
tidak butuh didinginkan, meski
yang panas tak selalu kepala

seperti jamu rebusan pertama
betapa pahitnya terasa sunyi
sama sekali, tak ingin diwakili

kau tak harus mengamininya
tapi boleh saja mengimaninya
lupakan bodoh dan buta huruf

05.08.2016

Senin, 18 Juli 2016

GERAH

GERAH

tubuh mengucur keringat
bikin basah baju dan cawat

"kurang apa lagi", tanyamu
di hadapan nyala api

"seteguk lagi, seteguk lagi"
kubilang, "jadikan tiga sloki"

double black label dan kopi
lalu, bulan kita kencingi

biarlah ia tenggelam
dipeluk li bai hingga karam

di sini pemabuk berebut tai
-- persetan dengan puisi

xiangyang bukan semarang
mari bersulang sayang

16 03 2016

Minggu, 03 Juli 2016

BELUM SAMPAI

BELUM SAMPAI

aku belum juga sampai, kepada
nasionalisme dan sosialisme yang agung itu
-- ingin menjadi bebal pun butuh biaya, upaya
dan bukti nyata

sekian perbincangan gagal
dusta, kebohongan masih begitu menggairahkan
: prasangka yang tak pernah berhasil diredam
-- iseng katanya

aku masih berutang dan terus berutang, setidaknya
kepada yang terhormat bumi, laut dan udara
-- bayang-bayang makin panjang
jatuh temponya


03.07.2014

Jumat, 24 Juni 2016

TERUS BERJALAN

TERUS BERJALAN

"Aku ingin bercinta", kata perempuan itu, "Hingga aku tertidur teruslah bicara". Lepas tengah malam, dari kejauhan, keduanya hanya bisa memandang bayang-bayang mereka yang sedang berciuman. Tak ubahnya sepasang cahaya di akhir malam, erat berpelukan.

Tanpa suara, lelaki itu terus berjalan, bicara sendirian. Memenuhi keinginan kekasihnya. Melanjutkan persetubuhan. Hingga batas umur. Lalu tersungkur.

25.06.2012

Jumat, 17 Juni 2016

MEMBUAL

MEMBUAL

tiba-tiba kami sudah terlibat perbincangan
dialog panjang yang mengasyikkan
menjelang pagi semakin khusyuk bahkan
tak peduli lagi pada kebohongan

tapi, aneh rasanya jika kata-kata kami
bukan prasangka

25.02.2013

Rabu, 15 Juni 2016

UNTUK BIJI POHON JATI

UNTUK BIJI POHON JATI

duhai di mana engkau
jahanam rahim yang pupur
pucat lekang tanah kapur
putih subur bukit yang keras

melambailah kepadaku


23.11.2011

TAHU DIRI

TAHU DIRI


lama tak melihat ikan-ikan menyelam
aku tak punya aquarium, tak punya kolam
punyakah engkau, sungai atau laut
atau justru asinnya maut

ikan-ikan hidupnya di air
meski dalam kelapa memang terdapat air
bukan berarti mereka ada di dalamnya

keras kepala yang kau punya, beda
bisa jadi seperti katak dalam tempurung
tapi jangan berkata, ada ikan dalam kelapa
kau bukan syeh jangkung

dan kegilaanmu masih belumlah cukup
gelap terangmu belum genap setangkup
sukar mendadak keramat

lagi pula, tak cuma butuh akal sehat
kondisi tubuh mesti dibenahi, selain juga
kadar unsur di tiap kutub, haruslah tepat
manis asam asin pahitnya

sebagaimana wedang kopi bertabur garam
tentu saja tanpa daging dan bakso ikan
juga tanpa amis kemaluan


13.06.2016

Sabtu, 28 Mei 2016

RUMAH

RUMAH

dinding, atap hanya batas
sebagaimana lantai tempat berpijak
di sini mengalir segala rutinitas
segenap nadi seluruh nafas

sederas apapun, hujan tak mampu
mengetuk-ngetuk jendela
karena kini, hati tak lagi berpintu
gerbanglah ia

yang berdetak di dalamnya
bukan jam dinding, bukan pula waktu
kita tak perlu lagi berkemas
apalagi cemas

27.05.2016

Minggu, 15 Mei 2016

SUKAR

SUKAR

sebab kalender usang
detak jam pun asing

jarak tempuh diusung
waktu asyik iseng

nyaris semua tertukar
tak lagi dapat ditakar

yang terlanjur tertakar
jadi sulit ditukar

lalu yang kalian pasang
benarkah pasung

pisang dalam sangkar
bagi yang tersingkir

tapi ini bukan burung
bukan pula barang

sering kali saling silang
gagal bertegur sulang


15.05.2016

Rabu, 11 Mei 2016

SYAIR CINTA TERSESAT ANTARA DAPUR DAN KAMAR TIDUR

SYAIR CINTA TERSESAT
ANTARA DAPUR DAN KAMAR TIDUR


bersama rasa kantuk yang sangat
sembari mengulum senyum
kau dengan ringan menyeret suaramu

"baru saja aku bermimpi
aku sudah sampai ke bintang-bintang"

begitu katamu, setengah sadar,
menjawab pertanyaan saat aku pulang

"apakah kau sudah makan sayang?"

kenapa lalu aku yang jadi lapar
bergegas ke dapur mencari makanan
pikiranku tiba-tiba pingsan
saat mencium nasi yang telah basi

dan kau masih tersenyum dalam pejam
melanjutkan mimpi dan keterbatasan
membiarkan biji mataku jatuh
menimpa cemas yang kau tinggalkan

baiklah sayang
cincin kawin kita di rumah pegadaian
memang tak butuh penebusan

hai, sampai di mana tadi
tidurmu belum terlalu jauh bukan



11.05.2011

SEMACAM JAGA SEMPAT SEBELUM SEMPIT

SEMACAM JAGA SEMPAT 
SEBELUM SEMPIT

kami tertawa dengan serius 
kami terlanjur lupa dengan serius
berharap dengan serius saling mengingatkan

sebelum suara-suara dari pengeras suara 
dan satu dua peristiwa tak terduga
semisal, bermain ular tangga

10.05.2016

Sabtu, 07 Mei 2016

MENJELANG KEMARAU

MENJELANG KEMARAU

selain waktu,
seringkali jarak menjadi kambing hitam
atas saling melupakan, yang mulai pelan-pelan berjalan
bahkan, sejak pertama kali bertemu pandang

kau aku sangat paham
bagaimana terus menjaga saling mengkhawatirkan
mengakui, memaklumi tubuh yang egois ini
yang tak selalu mudah ditoleransi

membiarkan kebohongan, berdusta
atau sedang berupaya mencapai lupa dengan sendirinya
berlalu begitu saja

maag yang mulai sering hadir, diare, demam, batuk
sembuh kambuh tanpa memberi tahu lebih dulu
seperti engkau kepadaku

tak pernah benar-benar cerai dariku

sunyi mencair mengalir lalu kembali beku, di matamu
yang basah, yang coklat tanah itu


07.05.2012

BUKAN UNTUK DIKENANG

BUKAN UNTUK DIKENANG

di sini, salju, tulip, hutan dan ikan hiu
hanyalah keisengan chanel televisi
di gegap gempita peradaban global
agar tak dianggap gombal

selepas maghrib, yang didendangkan
biasanya lagu dangdut berbahasa lokal
lalu apa yang dapat ditemukan
ketika pengkhotbah mulai membual

sementara purnama ada di mana-mana
selain tentu dituliskan di banyak buku
penanda birahi yang menggelegak
ke puncak rasa ingin tahu

tuhan, agama, ilmu pengetahuan
hanya seolah memenuhi kewajiban
jadi modal pengakuan kaum beradab
mewujudkah tanggung jawab

sedang kau aku tentu bukan mereka
demikian pula perbincangan kami
meskipun boleh dibawa ke mana-mana
tak serta merta boleh dipuji

lebih-lebih untuk sekadar dijual rugi

05.04.2014