Jumat, 06 April 2018

TAK ADA MASA DEPAN

TAK ADA MASA DEPAN 


yang nyata adalah saat ini
dan melangkah hanya sebuah pilihan
melanjutkan apa yang telah diawali nenek moyang 
terus bergerak, beranak pinak, menimang cucu 
sebelum duduk sendirian di teras depan

sebagaimana kebanyakan orang
aku bisa mendadak merasa kesepian
merapatkan telinga ke dinding, lalu ke lantai
waspada terhadap segala bunyi yang paling pelan
sebelum kemudian menyanyi tidak karuan

ayo putar ulang kasetnya 
kembali ke side a, ke lagu pertama
mari berdendang bersama biduan pujaan 
seolah di hadapan penonton yang tepuk tangan
inilah bahagia, dari jenis sesaat yang menyesatkan
tapi biasanya cenderung melegakan

putar lagi, biarkan menyala
putar ulang sekali lagi, hingga muntah-muntah
hingga akhirnya padam dengan sendirinya

yang mengendap-endap, yang datang tiba-tiba
yang bertiup sungsang, yang mengalir tanpa suara
mana yang masa depan

selain peristiwa-peristiwa yang didaur ulang
masa depan hanya kumpulan ramalan dan prediksi
ia terbukti, ketika menjadi masa kini


2012 - 2018

Minggu, 18 Maret 2018

MEMOTRET

MEMOTRET


sejarak kurang lebih semeter
di samping kiriku, sepotong kayu
masih bertahan menyala di tungku

di halaman depan rumah
aku berbaring menghadap ke atas
kemudian bergegas

memotret langit, sebuah bintang 
dan beberapa pucuk daun, dengan
bingkai gelap menjelang subuh

sebelum keduluan anjing tetangga
menggonggongi tukang sampah
lalu langit menghijau di ufuk timur

dan semua tampak kacau, selepas
mendengkur sepanjang tidur, usai
mimpi perihal sumur


2018

Senin, 12 Maret 2018

DULU, ADA YANG PECAH

DULU,  ADA YANG PECAH


Boleh dibilang, lelaki itu nyaris tidak pernah 
memperlihatkan jari telunjuk tangan kirinya, 
tapi kali ini, sambil menjepit sebatang rokok 
yang menyala, dia berkata, "Inilah wajahku".

Ujung telunjuk kirinya tepat di depan hidung. 
Bekas luka tampak samar, di ruas pertama, 
di dekat kuku, dan cermin itu baik-baik saja.

"Mana wajahmu?" dia bertanya. Kepala dan
seluruh tubuhnya memang palu, tapi terlalu 
tumpul untuk benda yang terbuat dari kaca.
Tak ada yang tersayat atau terbelah. Dan ya
cermin itu pun tetap utuh dan baik-baik saja.

Dia mengisap rokoknya, mengembuskan ke
cermin. Sesaat, semua tampak buram, tapi
lekas kembali seperti semula, wajahnya pun
baik-baik saja. Tidak ada yang harus pecah.


2018

Selasa, 20 Februari 2018

MUSIM BERGANTI?

MUSIM BERGANTI?


hujan derasnya sudah berhenti
tapi, masih terdengar suara air menetes
mata siapa lalu, yang masih terperas

musim kemarau jadi terasa lampau
selain ladang garam yang luas
hampir semua orang merindukannya

pabrik tisu dan penjual es krim
keduanya ingin disebut yang paling cemas
tidak satu pun sibuk berkemas-kemas

lupa berterima kasih.


2015 - 2018

Rabu, 07 Februari 2018

PONANG JABANG

PONANG JABANG


nempel di tisu
netes ke batu
kering di tanah
larung ke laut

dia tidak dilahirkan
tapi tetap tumbuh

tanpa mata
tanpa telinga
tanpa hidung
tanpa mulut

dia tidak dilahirkan
namun tetap hidup 

tanpa kaki
tanpa tangan
tanpa jantung
tanpa badan

tanpa air susu ibu
dia merindukanmu


2018

Kamis, 11 Januari 2018

SEBUAH CIUMAN, TERLUPAKAN

SEBUAH CIUMAN, TERLUPAKAN


kau tak sedang meminta air mata, bukan
karena hanya asap dupa yang masih kupunya
membubung dari tungku perapian, selepas hujan

barangkali bisa untuk memanggil laron-laron 
dari kamar sebelah yang diterangi lampu neon


sudah terlalu lama 
kita membiarkan atap kamar bocor---
setumpuk buku dan sekian baju dan masa lalu 
dan lelah dan semua upaya untuk melupakannya
menjadi kuning dan basah

juga kasur, 
yang menjanjikan tubuh begitu betah 
meski rebah hanyalah jeda seperti halnya singgah
pada dua tiga tanggal dalam hitungan minggu 
yang sepenuhnya merah


tanpa genggaman atau pun sentuhan
pertemuan kali ini, lebih pada saling memandang
---mestinya menjadi bekal---jika suatu saat nanti
kerinduan kembali mengeras di kedalaman

sementara, waktu mulai mencabuti uban di kepala


sampai masa itu
kenyataan memang butuh terus dikucuri keringat---
agar lebih mudah dihafal dan diingat---setelah usai
dengan tubuh dan wajah, baru kemudian lidah


2012 - 2018

Kamis, 14 Desember 2017

BROWNIES SELAMAT

BROWNIES SELAMAT


dua potong kue brownies 
menemani secangkir kopi 

sepotong yang besar
menghadap ke lampu neon

di belakangnya,
potongan yang lebih kecil
tampak lebih gelap

kemarin mereka di beranda
tanpa penjelasan apa-apa
entah punya siapa

kini, di batas kadaluwarsa
brownies ditemani kopi
berada di dalam lambungku

penyelamatan,
walaupun sangat riskan
tetap menjadi pilihan utama


2017

Jumat, 01 Desember 2017

RAMBUTNYA PUTIH DAN PANJANG

RAMBUTNYA PUTIH DAN PANJANG


meskipun kalian memenggal kepala cucunya
jangan bermimpi mampu membuatnya menangis

air matanya telah lama tiris, dikuras duka
sejak satu sumpah diakhiri dengan jeritan panjang
seiring udara memasuki paru-paru---nafas pertama
---menandai tegur sapa dunia atas kelahirannya

betapapun saat itu setiap linangnya adalah mutiara
kemewahan langka yang dijanjikan kepada mereka 
yang menemukan alamat pulang

"dunia sudah tua", kata-katanya jauh dari hasut
tanpa bujuk rayu yang mengingatkan tentang maut

di hadapannya kini, orang-orang berjejal dalam antrian 
kaukah itu, meski telah lama berdiri di sampingnya
rela untuk direngkuh pada giliran terakhir


2017

Rabu, 22 November 2017

BLUES BERANDA

BLUES BERANDA

di tiang beranda, seutas kawat terentang
ujung-ujung jari---telunjuk dan ibu jari dengan 
kuku hitam---mulai menggetarkannya.

tidak ada senar. ia bukan mainan, juga bukan
musik untuk mengiringi orang menyanyi.
ia bukan omong kosong.

"di sini, tidak ada tangga nada", katamu sengit,
"ia hanya penanda perut lapar, penat lelah,
rasa kantuk dan segala kecemasan lainnya".

bukan suara merdu---riang dalam keremangan 
yang sumbang---namun mantra kehidupan
yang melulu terdengar biru.

2017

Minggu, 12 November 2017

SARAPAN MINGGU PAGI

SARAPAN MINGGU PAGI


Saat ini kegiatan sarapan saya sedang memasuki fase yang membahagiakan. Bagi para penggemar krupuk mlempem hal ini tentu saja menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu di minggu pagi, di mana sekumpulan krupuk terendam dalam kuah bubur sehingga teksturnya menjadi lembut. Bersama telur rebus yang warnanya telah kecoklatan satu sendok untuk sesuap bubur nyaris tanpa perlawanan terhadap gigi dan lidah. Demikianlah.


2017

Rabu, 25 Oktober 2017

SAAT JATUH TEMPO

SAAT JATUH TEMPO


baru saja kaucium putingku,
ketika tiba-tiba telepon berdering--- 
pesan, suara dalam telepon menyebut;
kode, angka dan nama tempat.

pulsa listrik, angsuran motor, toko online,
KTP, regristrasi dan laporan-laporan---
cincin kawin masih betah di pegadaian.
---ini bukan perkara kesedihan.

baiklah, memang urusan dunia---
kita akan menukarkan nota bensin,
pengiriman barangnya boleh hari minggu,
tapi campingnya tetap pada hari senin.
---ya, bak mandi belum terisi penuh.

beberapa rencana bisa ditunda,
yang bukan rencana pun bisa dilanjutkan,
---jika harus mandi dulu---itu cuma jeda
hingga rambutmu kering tentunya.

"suara musiknya bisa dikecilkan sayang?"

tak ada jawaban---aku tahu mulutnya sibuk---
tapi tangannya meraih remote kontrol.


2017

Minggu, 15 Oktober 2017

MENIKAH

MENIKAH


akhir malam tak ada engkau 
sendiri di pelaminan, terpukau

biarlah, kunikahi diriku sendiri 
sebelum menyuntingmu, gusti


2009

Kamis, 12 Oktober 2017

LELAKI BASAH, PEREMPUAN GARAM

LELAKI BASAH, PEREMPUAN GARAM
Sayup-sayup suara perempuan yang matanya telah kering mengusik telinga. Lelaki dengan kesedihan selekas kebahagiaan yang cuma hadir sekejap, menghentikan langkah. Ia mengamati ujung kakinya yang kotor. Ia teringat banyak hal yang membuatnya menempuh jarak ribuan kilometer. Lalu wajahnya setengah berpaling. Seperti ada yang menepuk pundaknya. Mengusap tengkuk hingga membuatnya menggigil. Suara itu mencair, keluar dari telinga. Dari sekian kehangatan yang pernah hadir, barangkali desah itulah yang memaksa matanya berkaca-kaca.
Tapi ia benar-benar tak tahu perasaannya, sedih ataukah bahagia. Yang jelas mengalir semakin deras ke seluruh tubuh. Ada yang perlahan membelai dada. Ada yang meluncur melintasi punggung. Ada yang telah sampai di perut. Sebagian di antaranya memilih mukim di pusar, melingkar-lingkar. Setelah puas dengan rambut, perlahan mulai mengetuk mata. Pecahlah kaca-kaca. Leleh larut. Memasuki mulut. Mencuci gigi, membasuh lidah lalu melewati kerongkongan sebelum memenuhi setiap organ bagian dalam. Terus mengalir, meluap, hingga semua terlewat. Terlampaui.
Lelaki itu kian kuyub, seolah seluruh cairan tubuhnya turut mengalir keluar melalui tiap lubang pori-pori. Bisa dibilang hari masih sore, masih jauh dari puncak malam. Pintu dan jendela masih terbuka, tapi tak ada lagi suara yang bisa dikeluarkan. Ia hanya bisa menanti dan menanti. Lelaki itu masih mendengar suara dari geletar lidah kelu, lidah yang kering itu. Lidah perempuan yang suaranya mencair di telinga.
"Aku ingin bercinta", kata perempuan itu, "Hingga aku tertidur nanti teruslah bicara".
Lepas tengah malam, dari kejauhan, keduanya hanya bisa memandang bayang-bayang mereka sedang berpelukan, berciuman. Tak peduli cahaya yang menimpa, lelaki itu bicara sendiri dalam diam. Tubuhnya geming memenuhi keinginan kekasihnya. Meneruskan persetubuhan. Hingga batas umur, sebelum lalu tersungkur.
2012 - 2017

Rabu, 04 Oktober 2017

PENYELAMATAN

PENYELAMATAN


Dia terbiasa tidur saat hari sudah larut malam setidaknya setelah semua penghuni rumah selain dirinya telah terlelap. Bahkan akhir-akhir ini sering kali di atas jam dua, bisa dibilang menembus dini hari.

Dan alasan yang menurutnya cukup penting dikemukakan terkait jadwal atau lebih tepat kebiasaan tidurnya, adalah, dia dapat melakukan aktifitas yang disukainya sebelum tidur dengan lebih leluasa tanpa harus repot menjawab pertanyaan yang mungkin timbul. Berlatih lebih fokus dengan hanya mengalami sedikit gangguan, sebelum beristirahat dengan tenang.

Seperti malam ini, dengan wajah sumringah sesekali meringis karena perilaku nyamuk, dia menghangatkan kembali sayur asam yang dimasak oleh istrinya tadi siang. Menurutnya hal ini mesti dilakukan karena ia melihat masih ada dua potong jagung manis dan beberapa iris sayur lainnya yang terendam kedinginan dan tentu saja harus diselamatkan sebelum terlanjur membusuk dan berakhir di tempat sampah.

Upaya penyelamatan yang dilakukannya dengan cara mengunyah, mencecap rasa manis, asam, asin yang menyatu dengan kuah rempah dan kemudian menelannya ini, semata-mata bukan karena rasa lapar. Namun lebih kepada tanggung jawab yang diemban. Baginya merupakan upaya menuntaskan beban cita-cita dari semua bahan makanan yang telah diolah menjadi sajian, Mesti habis dimakan sebelum mukim di lambung lalu menjadi kotoran yang harus dibuang di jamban.

Begitulah pada akhirnya sesendok kuah hangat mendorong butir jagung terakhir dengan riang memasuki kerongkongan---gerbang rasa syukur bagi dirinya dan pintu faedah untuk semangkok sayur.


2017

Minggu, 01 Oktober 2017

BINTANG DAN YANG BUKAN

BINTANG DAN YANG BUKAN


suatu malam 
langit dipenuhi kerlip bintang 
seperti lampu-lampu kota besar
yang terlihat dari puncak bukit
dari rumit ketenangan

di malam yang lain
hanya tampak sebuah bintang
pada luas langit yang bersih---
berpijar sendirian di kegelapan 
---tak peduli pada sunyi

pun semalam
ia muncul sebentar di mataku
sebelum dihapus hujan---
musim tak pernah pandang bulu

meski memiliki cahaya sendiri
ia tak kuasa menghadapi cuaca
sebagaimana api kecil lilin
terhadap angin---satu rasa ingin
---kadang bikin penasaran

dari panggung-panggung lain
beberapa aktor dan penyanyi
memainkan komedi dan tragedi
di bawah lampu-lampu temaram
pecah setiap malam 

tak merasa jengah atau bosan
mereka tidak ingin melihat langit
tidak pernah tahu gelap terang
bertebaran


2017