KERUH
langit coklat
seperti kopi susu
bukan selokan
bukan pula sungai
tak peduli upayamu
untuk mengalir
tak ada yang bilang
kepengin pulang
petang itu, tak ada
matahari terbenam
langit coklat
seperti kopi susu
2017
Jumat, 30 Juni 2017
Minggu, 11 Juni 2017
ORANG-ORANG SULIT TIDUR
ORANG-ORANG SULIT TIDUR
orang-orang yang sulit tidur,
bergegas meninggalkan mimpi-mimpi,
di siang yang panas mata masih mengantuk,
bingung membedakan pusing dan batuk.
di bawah langit siang,
memandang bayang-bayang sendiri---
sepasang mata anjing yang paling setiakah?
perjalanan menuju sore,
terik matahari masih menyengat,
enggan melepaskan dekapannya yang lekat,
sementara, perbatasan semakin dekat.
namun hati telanjur mukim kepada malam,
sekian penyakit boleh datang dan pergi,
tapi kami tetap di sini, berupaya menikmati;
gerimis musim kemarau memukau,
hadir seperti bulu-bulu halus yang basah,
pelahan diterpa angin dari pegunungan,
memadamkan tubuh-tubuh yang hangus.
wajah-wajah mengeras,
betapapun tidak semuanya bakal jadi arang,
tidak semua mampu menyerap kotoran---
mengisap racun---mengobati dirinya sendiri.
dan mereka yang masih sulit tidur,
terus berjalan, tak lagi bergandeng tangan,
seolah dari segala penjuru mengepung senja
---rumah yang sama.
2014 - 2017
orang-orang yang sulit tidur,
bergegas meninggalkan mimpi-mimpi,
di siang yang panas mata masih mengantuk,
bingung membedakan pusing dan batuk.
di bawah langit siang,
memandang bayang-bayang sendiri---
sepasang mata anjing yang paling setiakah?
perjalanan menuju sore,
terik matahari masih menyengat,
enggan melepaskan dekapannya yang lekat,
sementara, perbatasan semakin dekat.
namun hati telanjur mukim kepada malam,
sekian penyakit boleh datang dan pergi,
tapi kami tetap di sini, berupaya menikmati;
gerimis musim kemarau memukau,
hadir seperti bulu-bulu halus yang basah,
pelahan diterpa angin dari pegunungan,
memadamkan tubuh-tubuh yang hangus.
wajah-wajah mengeras,
betapapun tidak semuanya bakal jadi arang,
tidak semua mampu menyerap kotoran---
mengisap racun---mengobati dirinya sendiri.
dan mereka yang masih sulit tidur,
terus berjalan, tak lagi bergandeng tangan,
seolah dari segala penjuru mengepung senja
---rumah yang sama.
2014 - 2017
Label:
sajak
Sabtu, 10 Juni 2017
BERLANGGANAN MIMPI
BERLANGGANAN MIMPI
Pada suatu hari kerja yang sibuk, tiba-tiba ia ingin berlangganan mimpi dari beberapa orang kawannya. Baginya mimpi-mimpi mereka menakjubkan, misal tentang spongebob yang bertemu zhang ziyi, menghadiri kondangan dengan membawa kado peti mati, mayat dua lelaki dan seorang anak yang mesti dimakamkan di halaman depan. Atau tentang hal-hal lain yang tentu saja lebih nyaman dan enak didengar ketimbang dipercaya.
Lelaki yang dulu pernah berhasil mengikis kebenciannya terhadap mimpi-mimpi itu bukannya tak pernah berusaha untuk membekukan mimpinya sendiri yang bisa saja jauh lebih unik dan menarik dibanding yang dimiliki oleh kawan-kawannya. Namun usahanya selalu gagal sebab ketika terbangun dari tidur, di samping mimpinya terpenggal, ia juga sering lupa---tak pernah benar-benar ingat dengan mimpinya---jika tidak sebagian besar tentu semuanya.
Kenapa kaulepas vaginamu dari penisku? aih mana bebek panggangku? telur asin manisku? Setidaknya ia masih ingat sebagian kecil dari mimpi terakhirnya tahun lalu yang memang tak pernah tuntas itu. Selalu ada yang membangunkannya dari tidur, entah apa atau siapa. Dan, pagi tadi hal itu dilakukan oleh dirinya sendiri.
2017
Label:
prosa pendek
Senin, 29 Mei 2017
JEDA
JEDA
Pada suatu persinggahan, ia sampai pada kesimpulan bahwa dosa adalah semacam jalanan aspal yang telah mengelupas. Teksturnya memang tak sama dengan wajah rembulan, tapi dari jarak tertentu nyaris tampak tak berbeda. Sedangkan pahala adalah ruas dan kondisi yang lain pada jalan yang sama. Keduanya mesti dilalui meski mungkin memiliki jarak dan waktu tempuh yang berbeda.
Maka, menjadi manusia bukanlah sekadar cita-cita, namun memenuhi naluri dasar, dorongan terdalam yang ada, yang butuh ditemukan dengan menggali, lalu memunculkannya, hingga tumbuh dan terus berkembang sampai pada suatu titik yang tak lagi bisa ditambah atau pun dikurangi.
Setelah mengisap rokok dan beberapa saat membiarkan asapnya yang membentuk lingkaran meninggi, gumamnya lirih, "Baiklah, tak ada masalah".
2017
Label:
prosa pendek
Rabu, 10 Mei 2017
NGGAK NYAMBUNG
NGGAK NYAMBUNG
saat, hanya setengah huruf yang dibagikan,
ketika, lebih menyerupai semacam koma,
ketimbang petuah atau khotbah.
dapat dimengerti jika kemudian, ada yang
bersikeras, "sumpah, itu cuma pepatah"
ada yang keluar dari sebuah grup whatsapp,
lalu berniat bikin grup baru pagi ini, karena
pemilihan kepala daerah dan isu ideologi,
ditambah dengan persoalan remeh temeh
yang membosankan---bertegur sapa, janjian
makan---dan juga kitab yang dianggap suci.
"jadi, apakah kalimatnya sudah benar?"
tanya seorang teman dari telepon genggam.
"apa? suaramu putus-putus", teriaknya.
sesaat gema, sebelum benar-benar putus.
padahal aku belum mengucapkan apa-apa.
sumpah mampus.
2017
saat, hanya setengah huruf yang dibagikan,
ketika, lebih menyerupai semacam koma,
ketimbang petuah atau khotbah.
dapat dimengerti jika kemudian, ada yang
bersikeras, "sumpah, itu cuma pepatah"
ada yang keluar dari sebuah grup whatsapp,
lalu berniat bikin grup baru pagi ini, karena
pemilihan kepala daerah dan isu ideologi,
ditambah dengan persoalan remeh temeh
yang membosankan---bertegur sapa, janjian
makan---dan juga kitab yang dianggap suci.
"jadi, apakah kalimatnya sudah benar?"
tanya seorang teman dari telepon genggam.
"apa? suaramu putus-putus", teriaknya.
sesaat gema, sebelum benar-benar putus.
padahal aku belum mengucapkan apa-apa.
sumpah mampus.
2017
Label:
sajak
Selasa, 09 Mei 2017
TERINGAT
TERINGAT
aku teringat, ia pernah merasa jadi pemilik kebenaran,
cenderung merasa telah sejajar dengan syeh siti jenar,
tapi percaya, bahwa dirinya bukan satu-satunya tuhan.
dan kawanku yang lain mulai sering bergumam sendiri,
katanya, "aku sudah bukan penyair, tak bisa lagi bikin
puisi, mestinya akan genap lima tahun, lebaran nanti".
menurutmu, apakah mereka menyesal menjadi tuhan
atau justru sedang bersyukur tak lagi menjadi penyair,
karena aku sudah tidak peduli dengan segala predikat.
ingat kau yang memberitahu, bahwa tuhan hanya satu,
selebihnya cuma jadi bukti perihal keberadaan dirinya.
"jangan serakah, ambil bagianmu saja", jawabmu duka.
2017
aku teringat, ia pernah merasa jadi pemilik kebenaran,
cenderung merasa telah sejajar dengan syeh siti jenar,
tapi percaya, bahwa dirinya bukan satu-satunya tuhan.
dan kawanku yang lain mulai sering bergumam sendiri,
katanya, "aku sudah bukan penyair, tak bisa lagi bikin
puisi, mestinya akan genap lima tahun, lebaran nanti".
menurutmu, apakah mereka menyesal menjadi tuhan
atau justru sedang bersyukur tak lagi menjadi penyair,
karena aku sudah tidak peduli dengan segala predikat.
ingat kau yang memberitahu, bahwa tuhan hanya satu,
selebihnya cuma jadi bukti perihal keberadaan dirinya.
"jangan serakah, ambil bagianmu saja", jawabmu duka.
2017
Label:
sajak
GAMBAR KARYA ANAKKU
GAMBAR KARYA ANAKKU
setelah hampir tiga belas tahun berlalu,
kembali aku melihat gambar anakku --
coretan pensil pada dinding di ruang tamu.
rumah tak simetris itu masih tampak jelas,
dibawah saklar lampu--menandai usianya.
selama itu, kami memang lebih memilih
membeli beras, sabun dan beberapa buku,
ketimbang cat tembok warna biru.
dulu, kami pernah sangat bimbang,
kini, meskipun ngotot mengingat-ingat,
tak pernah sampai pada jumlah butir nasi,
yang telah kami buang.
kuputuskan memotretnya dengan android,
yang tentu bakal lebih sering kugenggam.
2017
setelah hampir tiga belas tahun berlalu,
kembali aku melihat gambar anakku --
coretan pensil pada dinding di ruang tamu.
rumah tak simetris itu masih tampak jelas,
dibawah saklar lampu--menandai usianya.
selama itu, kami memang lebih memilih
membeli beras, sabun dan beberapa buku,
ketimbang cat tembok warna biru.
dulu, kami pernah sangat bimbang,
kini, meskipun ngotot mengingat-ingat,
tak pernah sampai pada jumlah butir nasi,
yang telah kami buang.
kuputuskan memotretnya dengan android,
yang tentu bakal lebih sering kugenggam.
2017
Label:
sajak
Minggu, 07 Mei 2017
KERETA KENCANA
KERETA KENCANA
belum bosankah mengagumi celana dalam istrimu
yang terhitung baru lima hari ia beli dari sebuah mall.
jika sudah merasa rindu dengan yang telah usang,
yang kolornya telah melar dan warnanya sudah kusam,
seiring pantatnya yang mengendur, beri tahu aku.
ini hanya awal dari upaya berdarah-darah yang mesti
dilakukan, agar ia menjadi babu sekaligus ratumu,
supaya kau setara dengan raja dan juga budak baginya.
dengan begitu akan lebih mudah berbagi bangku,
di dalam kereta kencana yang ditarik empat ekor kuda.
2017
belum bosankah mengagumi celana dalam istrimu
yang terhitung baru lima hari ia beli dari sebuah mall.
jika sudah merasa rindu dengan yang telah usang,
yang kolornya telah melar dan warnanya sudah kusam,
seiring pantatnya yang mengendur, beri tahu aku.
ini hanya awal dari upaya berdarah-darah yang mesti
dilakukan, agar ia menjadi babu sekaligus ratumu,
supaya kau setara dengan raja dan juga budak baginya.
dengan begitu akan lebih mudah berbagi bangku,
di dalam kereta kencana yang ditarik empat ekor kuda.
2017
Label:
sajak
Selasa, 02 Mei 2017
BUKAN MIMPIKU
BUKAN MIMPIKU
kekasih bemimpi--diriku lelah dan sakit--
lalu kutukar mimpinya dengan kenyataan.
kini aku sibuk menghitung umur,
berupaya memastikan yang tidak tertutur,
benar-benar bikin sulit tidur.
asbak sudah penuh abu dan puntung,
sedangkan aku tak jua seringan asap rokok.
belum sampai jantung,
ya, masih di depan hidung.
entah sampai kapan, berada di daur ulang,
demi nisan batu hitam, ini bukan penantian.
memang bukan.
2015 - 2017
kekasih bemimpi--diriku lelah dan sakit--
lalu kutukar mimpinya dengan kenyataan.
kini aku sibuk menghitung umur,
berupaya memastikan yang tidak tertutur,
benar-benar bikin sulit tidur.
asbak sudah penuh abu dan puntung,
sedangkan aku tak jua seringan asap rokok.
belum sampai jantung,
ya, masih di depan hidung.
entah sampai kapan, berada di daur ulang,
demi nisan batu hitam, ini bukan penantian.
memang bukan.
2015 - 2017
Label:
sajak
Senin, 24 April 2017
PISAUMU
PISAUMU
meski telah ratusan kali diteguk,
kesunyian itu tak pernah membunuhnya
hanya mampu membuatnya mabuk.
kepadamu, pemabuk yang berbahagia itu
akan meminjamkan pisaunya,
secara cuma-cuma, tanpa prasangka.
lalu satu tusukan atau satu sayatan panjang,
akan tetap membuatnya tertawa ---
apapun pilihanmu, sama saja.
kau tidak akan pernah bisa mengasahnya,
tidak dengan kenangan, tidak pula kesunyian.
hingga, suatu saat nanti pisaumu hadir ---
ia yang memang mewakili ketajamanmu.
2014 - 2017
meski telah ratusan kali diteguk,
kesunyian itu tak pernah membunuhnya
hanya mampu membuatnya mabuk.
kepadamu, pemabuk yang berbahagia itu
akan meminjamkan pisaunya,
secara cuma-cuma, tanpa prasangka.
lalu satu tusukan atau satu sayatan panjang,
akan tetap membuatnya tertawa ---
apapun pilihanmu, sama saja.
kau tidak akan pernah bisa mengasahnya,
tidak dengan kenangan, tidak pula kesunyian.
hingga, suatu saat nanti pisaumu hadir ---
ia yang memang mewakili ketajamanmu.
2014 - 2017
Label:
sajak
Minggu, 02 April 2017
LALU MUNTAH
LALU MUNTAH
tahun-tahun yang nyaris tanpa keinginan,
cuma kehendak yang pantas dipertahankan.
sederet hari, tanggal, mendadak merah.
sengal.
di luar rumah awan hitam bergulung-gulung,
sore hari tanpa cahaya matahari,
di sini, mesin pembuat berita berdengung,
tak pernah lelah mengabarkan sunyi.
tipu, dusta, sihir, ayo apa lagi? luka, merana.
dalam hitungan detik menjadi tawar, lalu
berubah menggelikan--tak terasa tahu-tahu
setebal kitab suci.
kekal.
bukan lagi perkara tiang-tiang penyangga,
tapi pondasinya memang kurang tepat
dan kalian masih ngotot mau bikin jendela,
marah saat dimaki tak tahu diri.
lidah dibalas ludah, pukul dengan tindas,
tikam menemukan pangkas--balas berbalas
tak pernah sudah.
banal.
bibit perpecahan tumbuh menjadi tunas--
tidak ada lagi ketegasan perihal batas-batas,
bayangnya sewarna benda-benda.
hantu-hantu, kini melepas baju hitamnya,
menolak sembunyi di kegelapan--mereka
suka tersenyum, suka memberi, bersedekah,
ramah, anti sumpah serapah.
sementara keterpurukan di ambang mata,
kita masih saja berbincang soal kebangsaan
sambil hihi haha.
mual.
2017
tahun-tahun yang nyaris tanpa keinginan,
cuma kehendak yang pantas dipertahankan.
sederet hari, tanggal, mendadak merah.
sengal.
di luar rumah awan hitam bergulung-gulung,
sore hari tanpa cahaya matahari,
di sini, mesin pembuat berita berdengung,
tak pernah lelah mengabarkan sunyi.
tipu, dusta, sihir, ayo apa lagi? luka, merana.
dalam hitungan detik menjadi tawar, lalu
berubah menggelikan--tak terasa tahu-tahu
setebal kitab suci.
kekal.
bukan lagi perkara tiang-tiang penyangga,
tapi pondasinya memang kurang tepat
dan kalian masih ngotot mau bikin jendela,
marah saat dimaki tak tahu diri.
lidah dibalas ludah, pukul dengan tindas,
tikam menemukan pangkas--balas berbalas
tak pernah sudah.
banal.
bibit perpecahan tumbuh menjadi tunas--
tidak ada lagi ketegasan perihal batas-batas,
bayangnya sewarna benda-benda.
hantu-hantu, kini melepas baju hitamnya,
menolak sembunyi di kegelapan--mereka
suka tersenyum, suka memberi, bersedekah,
ramah, anti sumpah serapah.
sementara keterpurukan di ambang mata,
kita masih saja berbincang soal kebangsaan
sambil hihi haha.
mual.
2017
Label:
sajak
Sabtu, 01 April 2017
BUKAN LAGI TRAGEDI
BUKAN LAGI TRAGEDI
saat bencana, kejahatan dan semua peristiwa
semacam telah membosankan--jadi komoditas
berita--pilu pun mencair, nestapa patah.
yang kau tertawakan adalah sejenis kesedihan
yang gagal mempertahankan diri semata-mata
sebagai duka cita.
berulang kali mengulang, hingga sampai pada
titik kemuakan yang membuatmu marah tanpa
sempat berpikir panjang.
lebih sulit lagi ketika dituliskan dalam ayat-ayat
meski pada bentuk lain berhasil menjadi cerita,
sering kali tak kunjung tiba ke air mata.
2017
saat bencana, kejahatan dan semua peristiwa
semacam telah membosankan--jadi komoditas
berita--pilu pun mencair, nestapa patah.
yang kau tertawakan adalah sejenis kesedihan
yang gagal mempertahankan diri semata-mata
sebagai duka cita.
berulang kali mengulang, hingga sampai pada
titik kemuakan yang membuatmu marah tanpa
sempat berpikir panjang.
lebih sulit lagi ketika dituliskan dalam ayat-ayat
meski pada bentuk lain berhasil menjadi cerita,
sering kali tak kunjung tiba ke air mata.
2017
Label:
sajak
Kamis, 30 Maret 2017
PERGI, DI HARI JUMAT
PERGI, DI HARI JUMAT
tujuh kembang cengkeh
nyemplung ke wedang teh
mengapung lalu karam
lelaki tua duduk di beranda
minum wedangnya sendiri
menjelang malam tiba
matanya yang lelah terpejam
tubuhnya diam, tapi kursinya
tetap bergoyang-goyang
bayangnya tidak lagi hitam --
sewarna dengan benda-benda
yang telah ditinggalkannya.
2010 - 2017
tujuh kembang cengkeh
nyemplung ke wedang teh
mengapung lalu karam
lelaki tua duduk di beranda
minum wedangnya sendiri
menjelang malam tiba
matanya yang lelah terpejam
tubuhnya diam, tapi kursinya
tetap bergoyang-goyang
bayangnya tidak lagi hitam --
sewarna dengan benda-benda
yang telah ditinggalkannya.
2010 - 2017
Label:
sajak
Minggu, 19 Maret 2017
BUKAN DOA
BUKAN DOA
berpijak dari sini --matahari sore--
kuselesaikan senggamaku melalui telpon genggam,
lalu kukecup keningmu dengan pesan singkat.
kurang apa lagi?
baik, ganti celana dalammu dengan yang warna hitam,
jangan pernah lagi mengenakan yang merah padam,
apa lagi yang biru lebam.
kesentosaan adalah satu pilihan atas kesadaran,
sementara itu, sekian macam rasa sakit dan amarah
hanya akan membuat diri kian lemah.
mandi dan mencuci piring tentu saja jauh lebih baik,
ketimbang menjadi pikun di beranda.
tanpa caci maki.
2016 - 2017
berpijak dari sini --matahari sore--
kuselesaikan senggamaku melalui telpon genggam,
lalu kukecup keningmu dengan pesan singkat.
kurang apa lagi?
baik, ganti celana dalammu dengan yang warna hitam,
jangan pernah lagi mengenakan yang merah padam,
apa lagi yang biru lebam.
kesentosaan adalah satu pilihan atas kesadaran,
sementara itu, sekian macam rasa sakit dan amarah
hanya akan membuat diri kian lemah.
mandi dan mencuci piring tentu saja jauh lebih baik,
ketimbang menjadi pikun di beranda.
tanpa caci maki.
2016 - 2017
Label:
sajak
Senin, 13 Maret 2017
DIMANA IBU
DIMANA IBU
ibu, ibu, engkau dimana,
dua belas gurindam telah tenggelam.
bersama ribuan pulau yang memanjang
dari barat sampai ke timur --
di antara dua naga yang sedang tidur.
ibu, ibu, engkau dimana,
di almari, gulungan peta makin berdebu
kami bukan lagi tulang belulang,
tapi cuma kumpulan noktah berserakan,
menjadi jejak langkah yang bimbang.
ibu, ibu, engkau dimana,
tembang pangkur terlalu lama dijemur.
di depan sumur, anakmu tetap ngotot,
berupaya keras menyalakan api.
katanya, "siapa tahu bisa untuk mandi"
ibu, ibu, engkau dimana,
apa lagi yang mesti dinyanyikan?
di dapur, anakmu yang lain mendengkur,
diterbangkan asap membubung tinggi,
bermimpi memukul-mukul panci.
ibu, ibu, engkau dimana,
sabdo palon dan noyo genggong marah.
di teras, dharmo gandul tersipu malu,
lalu dengan bekal selembar weda
mengubur diri sendiri di belakang istana.
ibu, ibu, engkau dimana,
usai lagu kebangsaan dikumandangkan
barisan bubar pindah ke lain negeri.
2014 - 2017
ibu, ibu, engkau dimana,
dua belas gurindam telah tenggelam.
bersama ribuan pulau yang memanjang
dari barat sampai ke timur --
di antara dua naga yang sedang tidur.
ibu, ibu, engkau dimana,
di almari, gulungan peta makin berdebu
kami bukan lagi tulang belulang,
tapi cuma kumpulan noktah berserakan,
menjadi jejak langkah yang bimbang.
ibu, ibu, engkau dimana,
tembang pangkur terlalu lama dijemur.
di depan sumur, anakmu tetap ngotot,
berupaya keras menyalakan api.
katanya, "siapa tahu bisa untuk mandi"
ibu, ibu, engkau dimana,
apa lagi yang mesti dinyanyikan?
di dapur, anakmu yang lain mendengkur,
diterbangkan asap membubung tinggi,
bermimpi memukul-mukul panci.
ibu, ibu, engkau dimana,
sabdo palon dan noyo genggong marah.
di teras, dharmo gandul tersipu malu,
lalu dengan bekal selembar weda
mengubur diri sendiri di belakang istana.
ibu, ibu, engkau dimana,
usai lagu kebangsaan dikumandangkan
barisan bubar pindah ke lain negeri.
2014 - 2017
Label:
sajak
Langganan:
Postingan (Atom)