Sabtu, 01 April 2017

BUKAN LAGI TRAGEDI

BUKAN LAGI TRAGEDI


saat bencana, kejahatan dan semua peristiwa
semacam telah membosankan--jadi komoditas
berita--pilu pun mencair, nestapa patah.

yang kau tertawakan adalah sejenis kesedihan 
yang gagal mempertahankan diri semata-mata
sebagai duka cita.

berulang kali mengulang, hingga sampai pada 
titik kemuakan yang membuatmu marah tanpa 
sempat berpikir panjang.

lebih sulit lagi ketika dituliskan dalam ayat-ayat
meski pada bentuk lain berhasil menjadi cerita,
sering kali tak kunjung tiba ke air mata.


2017

Kamis, 30 Maret 2017

PERGI, DI HARI JUMAT

PERGI, DI HARI JUMAT


tujuh kembang cengkeh
nyemplung ke wedang teh
mengapung lalu karam

lelaki tua duduk di beranda
minum wedangnya sendiri
menjelang malam tiba

matanya yang lelah terpejam
tubuhnya diam, tapi kursinya 
tetap bergoyang-goyang

bayangnya tidak lagi hitam --
sewarna dengan benda-benda 
yang telah ditinggalkannya.


2010 - 2017

Minggu, 19 Maret 2017

BUKAN DOA

BUKAN DOA


berpijak dari sini --matahari sore-- 
kuselesaikan senggamaku melalui telpon genggam,
lalu kukecup keningmu dengan pesan singkat.

kurang apa lagi?

baik, ganti celana dalammu dengan yang warna hitam,
jangan pernah lagi mengenakan yang merah padam,
apa lagi yang biru lebam.

kesentosaan adalah satu pilihan atas kesadaran,
sementara itu, sekian macam rasa sakit dan amarah
hanya akan membuat diri kian lemah.

mandi dan mencuci piring tentu saja jauh lebih baik,
ketimbang menjadi pikun di beranda.

tanpa caci maki.


2016 - 2017

Senin, 13 Maret 2017

DIMANA IBU

DIMANA IBU

ibu, ibu, engkau dimana,
dua belas gurindam telah tenggelam.

bersama ribuan pulau yang memanjang
dari barat sampai ke timur --
di antara dua naga yang sedang tidur.

ibu, ibu, engkau dimana,
di almari, gulungan peta makin berdebu

kami bukan lagi tulang belulang,
tapi cuma kumpulan noktah berserakan,
menjadi jejak langkah yang bimbang.

ibu, ibu, engkau dimana,
tembang pangkur terlalu lama dijemur.

di depan sumur, anakmu tetap ngotot,
berupaya keras menyalakan api.
katanya, "siapa tahu bisa untuk mandi"

ibu, ibu, engkau dimana,
apa lagi yang mesti dinyanyikan?

di dapur, anakmu yang lain mendengkur,
diterbangkan asap membubung tinggi,
bermimpi memukul-mukul panci.

ibu, ibu, engkau dimana,
sabdo palon dan noyo genggong marah.

di teras, dharmo gandul tersipu malu,
lalu dengan bekal selembar weda
mengubur diri sendiri di belakang istana.

ibu, ibu, engkau dimana,
usai lagu kebangsaan dikumandangkan
barisan bubar pindah ke lain negeri.


2014 - 2017

Kamis, 09 Maret 2017

SEPADAT ANGIN

SEPADAT ANGIN


sedapat mungkin sepadat angin, begitu katanya
sambil terus menelan kalimat lain yang tak pernah
bikin kenyang, tapi justru membuatnya selalu
lapar dan haus.

kalimat penyaksian itu, telah menjadi menu utama
sehari-hari. setidaknya ia tak lagi membaca tulisan
yang awalnya sulit dieja. 

kini, ia tahu apa yang mesti dilakukan, yang harus
dikerjakan, jika kenyataan yang berkait paut dengan 
jiwa raga mendadak hadir, bahkan jika kemudian
cuma kebetulan mampir.

hangat sejuknya tergantung cuaca, tapi yang pasti
ia hanya butuh berhembus saja -- pergi  pulang
tak terbaca.


2013 -- 2017

Selasa, 21 Februari 2017

SUWUNG

SUWUNG


bangkai hidup nafasnya kering.
terlalu sering mengulang perjalanan
dengan rute yang sama. 

sekian hal di dalam mangkok kristal,
menjelma beberapa tuhan baru --
bingkai-bingkai yang tak pernah gagal.

di sini kesunyian sintetis dilahirkan,
di abad mutakhir --jaman, peradaban,
mesin waktu yang tak kenal lelah-- 
menolak bosan.

tepi dunia. kutub utara. laut selatan.
palung. puncak gunung. lubang hitam. 
gravitasi. elektro magnetik --bising. 

perang tanpa pertaruhan kalah menang.
senggama pada lingkaran tipu daya.
tentang nasib--sungsang.

di kejauhan, sirine meraung-raung.
iseng katanya.


11.02.2017

Minggu, 12 Februari 2017

SEDIKIT TENTANG PREDIKAT

SEDIKIT TENTANG PREDIKAT


kadang cuma segaris lurus --
penilaian seseorang kepada orang lain
yang melakukan sesuatu 
karena memang harus dilakukan

menyatu pada maha kehendak --
di sini, sebutan sudah tidak penting lagi
istilah, gelar terlampaui, seolah tak peduli
sekarang sore, petang atau pagi.

bahkan seorang perintis meyakini
menjadi gila pun sudah tidak memadahi
sebab yang dianggap kebenaran,
kemudian jauh lebih sulit untuk diucapkan
-- ia telah mengalami

memang tidak untuk dipamerkan.
ketika menjadi nyata --siapa harus bicara 
tentu semua yang hadir kepada indra

sejenis hukum alam. vonis tanpa tuntutan --
meski bukan keajaiban, tapi lebih layak diyakini
sebagai keadilan.


12.02.2017

Sabtu, 11 Februari 2017

SEDIKIT TENTANG NYALA

SEDIKIT TENTANG NYALA


ketika yang menyala bukan api
lalu apa lagi selain hati

kepala memang sudah kering
tapi bukankah terlalu keras

yang pasti lebih kaku dari pada
sebatang kayu

agar sedikit lebih lunak
kepala tak harus dipukul batu

perihal menyala
tidak harus dengan membakar

kadang mesti memilih satu
agar terhindar dari ketamakan

berdasarkan prioritas --
memilih cahaya ataukah panas 


31.01.2017

Jumat, 10 Februari 2017

RUMAH BAGI RUMAH

RUMAH BAGI RUMAH


sekian bangunan sedang kosong
entah ke mana semua penghuninya

lalu kepada mereka, ia berkata,
"kalian boleh pergi lalu pulang, lalu
boleh pergi lagi, lalu boleh pulang lagi"

pun mengucap kepada diri sendiri, 
"hingga saatnya benar-benar kembali
biarlah aku yang akan tetap di sini"

menjadi hamparan padang rumput
tempat yang lapang bagi banyak rumah 
yang bukan sekadar tempat singgah

adalah memberi sekaligus menerima
bukan lagi mimpi atau pun cita-cita


2013 - 2017

Jumat, 27 Januari 2017

SHUT DOWN

SHUT DOWN


telah kumatikan, dan 
lebih kurang lima menit kemudian,

diam ia, tanpa cahaya, 
layar monitor itu, tetap saja hitam.
dan aku, terus memandangnya

kebenaran dan kebaikan,
terkadang memang membosankan,
tetapi itu lebih baik.

bersitegang melawan rasa kantuk,
aku tidak ingin membangunkanmu.

ini malam, bukanlah milik kita,
seperti halnya siang-siang yang lain,
seluruh waktu --beku itu.


2015 - 02017

Selasa, 24 Januari 2017

SEJENIS KREDITUR

SEJENIS KREDITUR


bayangkan!
kerinduan masih mampu melukainya.
sudah jelas, mereka bukan dewa.
anak istrinya pasti tolol, menganggapnya siwa.

di televisi, 
awalnya sebagian penonton menangis,
tapi kemudian, satu demi satu mulai tertawa.
---mereka berhasil menculik tuhan.

sejak saat itu, 
soal pura-pura waras adalah perkara waktu.
siapa cepat, siapa dapat.

setahun sekali saling memaafkan,
menjagal hewan, membagikan, lalu bilang,
"sabar, akan kami ulang lagi, tahun depan"

bayangkan!
dari binatang oleh binatang untuk binatang.
hei, bersabarlah para binatang!
ini pengorbanan.

otak siapa yang sudah bersih?
percayalah, penguasa dunia bukanlah uang.
masih yakin dengan para pencuci itu?
uang kotor tak bisa dipinjamkan.

bayangkan!
orang-orang malas yang senang perhitungan.
berulang-ulang menulis sejarah alam semesta;
perihal nabi, raja pertama, prasasti dan prasasti.
---pengkhianatan lalu dusta.

ahai, saatnya musim lintah di internet.
jatuh tempo pembayaran.


2017 - 2018

Senin, 16 Januari 2017

AKU TIDAK BUTUH

AKU TIDAK BUTUH


empat ratus tujuh belas film yang mesti ditonton 
sebelum mati, sebagaimana pula tidak butuh 
tiga puluh dua kiat memasak nasi.

dari tempat kerja ke dapur sejauh lima meter
adalah jarak kemungkinan yang cukup menggoda
seperti mata ke kantuk, perut ke lapar

menjadi semakin skeptis terhadap banyak hal,
kemudian mempertaruhkannya pada dua perkara,
rasa penasaran dan kemalasan.

para pelopor banyak yang telah gugur, 
pada kenyataannya selain kepada diri sendiri,
mau percaya kepada siapa lagi.

sementara yang belum ketemu kian menumpuk 
daftarnya panjang, mulai dari makhluk hidup,
jenis-jenis makanan hingga buku puisi

dan aku masih saja berada di hadapan komputer
memandang sebuah situs porno yang disukai
oleh orang-orang di bawah umur.


13.01.2017

Rabu, 11 Januari 2017

SEMACAM DERITA

SEMACAM DERITA


rasa pahit yang masih membutuhkan garam,
tentu beda dengan secangkir kopi.

kau pasti tahu, selain sekian macam makanan,
beberapa minuman juga butuh rasa masin,
termasuk jamu.

pahit masin tak cuma tentang obat
namun juga perkara menjaga dan merawat
--tidak harus terikat

selamat akan mukim setelah kemerdekaan lewat
--dari petuah lama menuju pepatah baru--
selalu ada upaya lain

di depan cermin begitulah wajah, dan
kau bisa mulai menghitung pepatahmu sendiri


10.01.2017

Jumat, 30 Desember 2016

ANDAI JAWABANMU SEMBILAN

ANDAI JAWABANMU SEMBILAN


setiap kali aku berkata, aku di sini
kau selalu bertanya, oh dimana itu
padahal masih berada di negeri ini

kau tak pernah tahu keberadaanku
tapi berlagak paham nasionalisme
dan berbagai cara menghitungnya

bahkan belum pernah dengan benar
menjawab sekian pertanyaan sama
yang diajukan pada saat yang beda

seingatku, cuma sekali dari ketujuh
jawaban, yang memiliki selisih satu
itu pun karena kurang, bukan lebih

apa engkau masih ingat jawabanmu
atas pertanyaan, dua kali empat itu
yang sialnya membuatku ingat kamu

dan ini, semata-mata bukan perkara 
lebih kurang, tapi perihal ketepatan


16.12.2016

Jumat, 16 Desember 2016

HUJAN RINTIK-RINTIK

HUJAN RINTIK-RINTIK


penjualnya sedang menggoreng
tempe mendoannya belum jadi
hujannya rintik-rintik

pisang gorengnya tinggal dua
tahunya kehabisan petis
hujannya rintik-rintik

pembelinya terpaksa menunggu
uangnya pas-pasan
hujannya tetap rintik-rintik

pesannya dikirim dua kali
anak istrinya sudah tak sabar
hujannya masih tetap rintik-rintik

oleh karena sinyalnya lemot
temannya malas membuat status
hujannya rintik-rintik


12.12.2016