Rabu, 09 Mei 2018

BERTEMU SAHABAT LAMA

BERTEMU SAHABAT LAMA


dari seberang jalan, dia menyapa
kepalanya masih memakai helm
saat menghampiri diriku

hingga helm dilepas aku masih lupa
bibirnya bergetar ketika berbicara 
juga jari-jari tangannya

kami bercakap-cakap di pinggir jalan
dia berkata, "aku hampir putus asa"
sebelum kami sepakat kembali jumpa, 
kubilang, "heii, kau tampak tua"
"tapi istriku masih muda" katanya

ya, perbincangan yang sangat singkat
masing-masing meneruskan perjalanan, 
dia menuju ke timur, aku tenggelam 
dalam kenangan 

dulu, kami senang berbincang
perihal drama, musik, film dan politik,
tentang mata kuliah dan beberapa teman
termasuk sejumlah teman perempuan 
yang gagal menjadi istri kami

sejak dulu, kami tak pernah membicarakan 
perempuan yang kini menjadi istri kami 
setidaknya, hingga pertemuan tadi 


2018

Sabtu, 05 Mei 2018

SEPERTI SIKLUS AIR

SEPERTI SIKLUS AIR


engkaukah 
yang mengalir melalui parit 
dan sungai kecil

engkaukah
yang tabah melewati ginjal
terbuang di selokan

engkaukah
yang melarung penderitaan
hingga ke muara

engkaukah
yang menyatu dengan laut
menolak karam

engkaukah
yang menguap ganti wujud
menjadi awan

engkaukah
hujan yang turun di gunung
meresap ke tanah

engkaukah
yang muncul lagi dari tanah
sebagai mata air

engkaukah
yang mengalami semua itu
tanpa penolakan

engkaukah
yang gigih pura-pura iseng
zaman berzaman


2018

Rabu, 18 April 2018

MATA KERING

MATA KERING 


"apa kabar", tegur sapamu datar,
seolah kita tak pernah berciuman 
dan berpose, di depan cermin.

yang pasti kita pernah berpelukan,
memang hidup payudaramu itu.
hampir saja kusentuh putingnya.

tak ada yang bisa disembunyikan
apa lagi dilipat menjadi burung,
namun aku ngotot berteriak-teriak,
"terbang, terbang, terbanglah!!"

musim hujan masih tiga bulan,
tak bisa dibuat bercanda, saat itu
sukar mengeringkan sesuatu.

"tapi, tak ada air mata" bisikmu, 
lalu, mulut pun saling mengisap
dan bibir kita, perlahan mengeras
makin berasap, semakin panas.

kini lihatlah, tiap kali ditepuk 
yang rontok hanya butiran debu
sepasang mata telah mengering,
sejak musim hujan bertahun lalu.

sepertinya, tidak ada lagi alasan 
yang mampu membuat keduanya 
meneteskan sesuatu.


2013 - 2018

Senin, 09 April 2018

PRASANGKA MASA KINI

PRASANGKA MASA KINI


seperti gelap dan terang pada lukisan
yang menghidupkan dan memungkinkan
munculnya kegelisahan

demikian pula abstrak dan yang wujud
tiada henti bergantian hadir, berkelindan
dengan masing-masing muatan

terus bergerak
dari keseimbangan ke keseimbangan
bergerak melewati semua ketertundaan

lalu usang dan lampau
begitulah peristiwa, segenap gemanya
mampu bikin kita menangis dan tertawa

apa katamu? kenyataan? 
barusan lewat


2018

Jumat, 06 April 2018

TAK ADA MASA DEPAN

TAK ADA MASA DEPAN 


yang nyata adalah saat ini
dan melangkah hanya sebuah pilihan
melanjutkan apa yang telah diawali nenek moyang 
terus bergerak, beranak pinak, menimang cucu 
sebelum duduk sendirian di teras depan

sebagaimana kebanyakan orang
aku bisa mendadak merasa kesepian
merapatkan telinga ke dinding, lalu ke lantai
waspada terhadap segala bunyi yang paling pelan
sebelum kemudian menyanyi tidak karuan

ayo putar ulang kasetnya 
kembali ke side a, ke lagu pertama
mari berdendang bersama biduan pujaan 
seolah di hadapan penonton yang tepuk tangan
inilah bahagia, dari jenis sesaat yang menyesatkan
tapi biasanya cenderung melegakan

putar lagi, biarkan menyala
putar ulang sekali lagi, hingga muntah-muntah
hingga akhirnya padam dengan sendirinya

yang mengendap-endap, yang datang tiba-tiba
yang bertiup sungsang, yang mengalir tanpa suara
mana yang masa depan

selain peristiwa-peristiwa yang didaur ulang
masa depan hanya kumpulan ramalan dan prediksi
ia terbukti, ketika menjadi masa kini


2012 - 2018

Minggu, 18 Maret 2018

MEMOTRET

MEMOTRET


sejarak kurang lebih semeter
di samping kiriku, sepotong kayu
masih bertahan menyala di tungku

di halaman depan rumah
aku berbaring menghadap ke atas
kemudian bergegas

memotret langit, sebuah bintang 
dan beberapa pucuk daun, dengan
bingkai gelap menjelang subuh

sebelum keduluan anjing tetangga
menggonggongi tukang sampah
lalu langit menghijau di ufuk timur

dan semua tampak kacau, selepas
mendengkur sepanjang tidur, usai
mimpi perihal sumur


2018

Senin, 12 Maret 2018

DULU, ADA YANG PECAH

DULU,  ADA YANG PECAH


Boleh dibilang, lelaki itu nyaris tidak pernah 
memperlihatkan jari telunjuk tangan kirinya, 
tapi kali ini, sambil menjepit sebatang rokok 
yang menyala, dia berkata, "Inilah wajahku".

Ujung telunjuk kirinya tepat di depan hidung. 
Bekas luka tampak samar, di ruas pertama, 
di dekat kuku, dan cermin itu baik-baik saja.

"Mana wajahmu?" dia bertanya. Kepala dan
seluruh tubuhnya memang palu, tapi terlalu 
tumpul untuk benda yang terbuat dari kaca.
Tak ada yang tersayat atau terbelah. Dan ya
cermin itu pun tetap utuh dan baik-baik saja.

Dia mengisap rokoknya, mengembuskan ke
cermin. Sesaat, semua tampak buram, tapi
lekas kembali seperti semula, wajahnya pun
baik-baik saja. Tidak ada yang harus pecah.


2018

Selasa, 20 Februari 2018

MUSIM BERGANTI?

MUSIM BERGANTI?


hujan derasnya sudah berhenti
tapi, masih terdengar suara air menetes
mata siapa lalu, yang masih terperas

musim kemarau jadi terasa lampau
selain ladang garam yang luas
hampir semua orang merindukannya

pabrik tisu dan penjual es krim
keduanya ingin disebut yang paling cemas
tidak satu pun sibuk berkemas-kemas

lupa berterima kasih.


2015 - 2018

Rabu, 07 Februari 2018

PONANG JABANG

PONANG JABANG


nempel di tisu
netes ke batu
kering di tanah
larung ke laut

dia tidak dilahirkan
tapi tetap tumbuh

tanpa mata
tanpa telinga
tanpa hidung
tanpa mulut

dia tidak dilahirkan
namun tetap hidup 

tanpa kaki
tanpa tangan
tanpa jantung
tanpa badan

tanpa air susu ibu
dia merindukanmu


2018

Kamis, 11 Januari 2018

SEBUAH CIUMAN, TERLUPAKAN

SEBUAH CIUMAN, TERLUPAKAN


kau tak sedang meminta air mata, bukan
karena hanya asap dupa yang masih kupunya
membubung dari tungku perapian, selepas hujan

barangkali bisa untuk memanggil laron-laron 
dari kamar sebelah yang diterangi lampu neon


sudah terlalu lama 
kita membiarkan atap kamar bocor---
setumpuk buku dan sekian baju dan masa lalu 
dan lelah dan semua upaya untuk melupakannya
menjadi kuning dan basah

juga kasur, 
yang menjanjikan tubuh begitu betah 
meski rebah hanyalah jeda seperti halnya singgah
pada dua tiga tanggal dalam hitungan minggu 
yang sepenuhnya merah


tanpa genggaman atau pun sentuhan
pertemuan kali ini, lebih pada saling memandang
---mestinya menjadi bekal---jika suatu saat nanti
kerinduan kembali mengeras di kedalaman

sementara, waktu mulai mencabuti uban di kepala


sampai masa itu
kenyataan memang butuh terus dikucuri keringat---
agar lebih mudah dihafal dan diingat---setelah usai
dengan tubuh dan wajah, baru kemudian lidah


2012 - 2018

Kamis, 14 Desember 2017

BROWNIES SELAMAT

BROWNIES SELAMAT


dua potong kue brownies 
menemani secangkir kopi 

sepotong yang besar
menghadap ke lampu neon

di belakangnya,
potongan yang lebih kecil
tampak lebih gelap

kemarin mereka di beranda
tanpa penjelasan apa-apa
entah punya siapa

kini, di batas kadaluwarsa
brownies ditemani kopi
berada di dalam lambungku

penyelamatan,
walaupun sangat riskan
tetap menjadi pilihan utama


2017

Jumat, 01 Desember 2017

RAMBUTNYA PUTIH DAN PANJANG

RAMBUTNYA PUTIH DAN PANJANG


meskipun kalian memenggal kepala cucunya
jangan bermimpi mampu membuatnya menangis

air matanya telah lama tiris, dikuras duka
sejak satu sumpah diakhiri dengan jeritan panjang
seiring udara memasuki paru-paru---nafas pertama
---menandai tegur sapa dunia atas kelahirannya

betapapun saat itu setiap linangnya adalah mutiara
kemewahan langka yang dijanjikan kepada mereka 
yang menemukan alamat pulang

"dunia sudah tua", kata-katanya jauh dari hasut
tanpa bujuk rayu yang mengingatkan tentang maut

di hadapannya kini, orang-orang berjejal dalam antrian 
kaukah itu, meski telah lama berdiri di sampingnya
rela untuk direngkuh pada giliran terakhir


2017

Rabu, 22 November 2017

BLUES BERANDA

BLUES BERANDA

di tiang beranda, seutas kawat terentang
ujung-ujung jari---telunjuk dan ibu jari dengan 
kuku hitam---mulai menggetarkannya.

tidak ada senar. ia bukan mainan, juga bukan
musik untuk mengiringi orang menyanyi.
ia bukan omong kosong.

"di sini, tidak ada tangga nada", katamu sengit,
"ia hanya penanda perut lapar, penat lelah,
rasa kantuk dan segala kecemasan lainnya".

bukan suara merdu---riang dalam keremangan 
yang sumbang---namun mantra kehidupan
yang melulu terdengar biru.

2017

Minggu, 12 November 2017

SARAPAN MINGGU PAGI

SARAPAN MINGGU PAGI


Saat ini kegiatan sarapan saya sedang memasuki fase yang membahagiakan. Bagi para penggemar krupuk mlempem hal ini tentu saja menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu di minggu pagi, di mana sekumpulan krupuk terendam dalam kuah bubur sehingga teksturnya menjadi lembut. Bersama telur rebus yang warnanya telah kecoklatan satu sendok untuk sesuap bubur nyaris tanpa perlawanan terhadap gigi dan lidah. Demikianlah.


2017

Rabu, 25 Oktober 2017

SAAT JATUH TEMPO

SAAT JATUH TEMPO


baru saja kaucium putingku,
ketika tiba-tiba telepon berdering--- 
pesan, suara dalam telepon menyebut;
kode, angka dan nama tempat.

pulsa listrik, angsuran motor, toko online,
KTP, regristrasi dan laporan-laporan---
cincin kawin masih betah di pegadaian.
---ini bukan perkara kesedihan.

baiklah, memang urusan dunia---
kita akan menukarkan nota bensin,
pengiriman barangnya boleh hari minggu,
tapi campingnya tetap pada hari senin.
---ya, bak mandi belum terisi penuh.

beberapa rencana bisa ditunda,
yang bukan rencana pun bisa dilanjutkan,
---jika harus mandi dulu---itu cuma jeda
hingga rambutmu kering tentunya.

"suara musiknya bisa dikecilkan sayang?"

tak ada jawaban---aku tahu mulutnya sibuk---
tapi tangannya meraih remote kontrol.


2017