KALAH JANJI
kaki ini terasa begitu nyeri
tak kuat lagi berlari
kuyu melayu wajah pasi
tak segar melesi
tampaknya saat mencerai sabar
mesti dibakar
menyisakan sejengkal
tapi kenapa harus kausangkal
jangan percaya peramal
bukankah kita akan selalu kekal
jika pulang, ke mana mesti
kalau tidak ke diri sendiri
bukannya ke mati
jika harus kembali
kenapa dulu berangkat pergi
: kita kalah dengan janji
2008
Sabtu, 19 Juli 2008
Jumat, 04 Juli 2008
Sabtu, 24 Mei 2008
CATATAN AWAL MUSIM
CATATAN AWAL MUSIM
ada yang berteriak parau
di mana engkau
suaranya amat keras
meretas di batu cadas
namun entah kenapa
terasa menegur sapa
mengingatkan pada dekap ibu
cinta yang senantiasa menggebu
teriakan itu terulang
terdengar lebih lantang
namun entah kenapa
nyata, memeluk lupa
ada yang belum bisa kumaknai
di awal perjumpaan ini
2008
ada yang berteriak parau
di mana engkau
suaranya amat keras
meretas di batu cadas
namun entah kenapa
terasa menegur sapa
mengingatkan pada dekap ibu
cinta yang senantiasa menggebu
teriakan itu terulang
terdengar lebih lantang
namun entah kenapa
nyata, memeluk lupa
ada yang belum bisa kumaknai
di awal perjumpaan ini
2008
Label:
sajak
Senin, 19 Mei 2008
TERLIHAT BERSIH
TERLIHAT BERSIH
ruangmu terlihat bersih
begitulah kau berkata
dari tempatmu berdiri
ratusan meter dari sini
dari ruang yang bersih
mendengarmu begitu
aku bisa ngerti, meski
sedikit merasa risih
dan aku merasa sedih
karena, beberapa ada
yang sempat kluyuran
lewat pandang matamu
mengotori ruanganku
2008
ruangmu terlihat bersih
begitulah kau berkata
dari tempatmu berdiri
ratusan meter dari sini
dari ruang yang bersih
mendengarmu begitu
aku bisa ngerti, meski
sedikit merasa risih
dan aku merasa sedih
karena, beberapa ada
yang sempat kluyuran
lewat pandang matamu
mengotori ruanganku
2008
Label:
sajak
SUAKA KATA
SUAKA KATA
: buat timur dan el
ada ruangan di dalam dirimu
yang begitu khusus dan sungguh istimewa
dibatasi oleh sekat-sekat
dengan pintu tertutup rapat
dan hanya sesekali, engkau membukanya
dengan ritual khidmat
di saat-saat yang tepat
tempat kata, kalimat dan tanda baca menemu suaka
di mana beberapa yang sudah sangat langka
masih begitu terawat, begitu terjaga
lalu satu demi satu pasti akan kaukirimkan
kepada mereka dengan sepenuh-penuh cinta
dan aku
rasa tak terkira
telah menjadi salah satu bagian dari mereka
2008
: buat timur dan el
ada ruangan di dalam dirimu
yang begitu khusus dan sungguh istimewa
dibatasi oleh sekat-sekat
dengan pintu tertutup rapat
dan hanya sesekali, engkau membukanya
dengan ritual khidmat
di saat-saat yang tepat
tempat kata, kalimat dan tanda baca menemu suaka
di mana beberapa yang sudah sangat langka
masih begitu terawat, begitu terjaga
lalu satu demi satu pasti akan kaukirimkan
kepada mereka dengan sepenuh-penuh cinta
dan aku
rasa tak terkira
telah menjadi salah satu bagian dari mereka
2008
Label:
sajak
Jumat, 16 Mei 2008
wangi candu
MEWUJUD JUSTERU …
aku telah berhasil mengusir pergi
beberapa rasa Ingin
yang sejak dulu mengeram di hati
namun tak lebih dari sehari
belum sampai tengah malam bahkan
ada yang telah mengirimiku
Wangi Candu
bersama asap rokok diantar oleh Angin
yang tak seperti kemarinkemarin
kini terasa begitu dingin
bergantian Mereka
menepuknepuk tengkuk
meski tak bikin berdiri bulu kuduk
sempat memaksa kepala sejenak tertunduk
: mengapa Mewujudnyata
justeru ketika Ia telah meniada
Label:
sajak
Selasa, 13 Mei 2008
dibekap waktu
DIBEKAP WAKTU
entah berapa kuntum bunga pernah kau hinggapi
kembali membawa pulang nektar-nektar
hingga luber madu dari pundi-pundi
lalu kau tukar semua dengan berbagai mimpi
yang meski penuh warnawarni
celakanya tak satupun dapat mewujud menghampiri
selalu tapi
tak pernah kau sisakan untukku barang setetes, hingga kini
disinilah aku
bertahun membatu, kaku dibekap waktu
hingga menjadi lupa bagaimana sabar menunggu
2008
entah berapa kuntum bunga pernah kau hinggapi
kembali membawa pulang nektar-nektar
hingga luber madu dari pundi-pundi
lalu kau tukar semua dengan berbagai mimpi
yang meski penuh warnawarni
celakanya tak satupun dapat mewujud menghampiri
selalu tapi
tak pernah kau sisakan untukku barang setetes, hingga kini
disinilah aku
bertahun membatu, kaku dibekap waktu
hingga menjadi lupa bagaimana sabar menunggu
2008
Label:
sajak
Senin, 12 Mei 2008
: Enggar, sahabat baik
KURNIAWAN YUNIANTO :
MENYELARAS
daun daun kering itu luruh ke tanah
berserakan di halaman
mereka tanggal begitu saja dari rantingnya
bukan karena gaya tarik bumi
sungguh bukan pula angin nakal
yang menghempaskannya ke bawah
lihat
justeru daun daun kering itu
telah menyatukan kehendak mereka
dengan kehendak yang juga telah menumbuhkannya
: lebih dari sekedar rasa mencinta yang sangat
mereka telah meniadakan keinginan dan harapan
tak ada protes dan penolakan
begitu pas
menyelaras
CATATAN TAHUN 2007
nyaris di sepanjang tahun ini
di tiap malam menjelang pagi
ratusan burung silih berganti datang dan pergi
bahkan beberapa di antara mereka begitu betah
menjadikan pohon nangka depan rumah
tempat singgah mukim dan istirah
burungburung itu
riuhkicaunya bikin jiwa risih
riuhkicaunya bikin jiwa risih
burungburung itu
geleparsayapnya bikin hati kian perih
geleparsayapnya bikin hati kian perih
burungburung itu
tegursapanya bikin kalbu makin merepih
tegursapanya bikin kalbu makin merepih
aih ternyata penawar rindu sedang menunggu
sungguh begitu dekat tak jauh dari pintu
lalu ke mana dulu aku
kenapa tak pernah tahu menahu
meski banyak orang menginginkannya tumbang
pohon nangka itu hingga kini tak jua ku tebang
ku biarkan saja tetap menjulang
tempat burungburung menanamkan kasihsayang
ada memang yang ingin butuh ku bilang
di banyak air matamelinang
hanya satu yang pantas untuk dikenang
sayang engkau tak pernah datang
Label:
sajak
Selasa, 29 April 2008
POTRET KENANGAN
KURNIAWAN YUNIANTO :
CATATAN ANGANANGAN
: sita yang cukup jelita
bertahuntahun silam nyaris di tiap perjumpaan
pernah kita saling menghalau kenyataan :
berjalan mendaki jauh ke tepi
beriringan sambil saling memandang sesekali
ada kesenangan pada awal saat memulai
saat saat yang sulit ditukarganti
meski kemudian ada yang tibatiba datang
lalu mewujud dalam hitam bayangbayang
meski tak saling memagut
berpaut kita di atas tanah dan rumput
matahari baru saja mencairkan dingin pagi
bayangbayang kita baringrebahan
di atas batubatu hitam
yang mulai terasa menegaskan kehangatan
di jauh mata menebarkan pandang
gununggunung dan perbukitan
tampak hijau samar dilindap kabut
mengabur transparan
tapi bayanagbayang kita tetap tak ke manamana
:
selain cuma ke merangkaki
jalanan terjal penuh bebatuan tajam
lelah melenguhlenguh dibekapbeku dingin angan
Label:
sajak
Senin, 28 April 2008
Sehari ini
PAGI
matahari belum lagi tinggi
air mata telah kembali
netes ke pipi
kerna nyaris semua yang pergi
tak pernah kembali
dimana Engkau kini
tentu selalu di sini
di hati
di mana tiap orang pasti pulang dari pergi
Wanamukti, Desember 2005
SIANG
hiruk pikuk orang
wajah muram
berbalut geram
di hari siang
hampir semua jenis senyum
melayang
nyaris tak ada yang tersisa
begitupun tegur sapa
lalu kemana
perginya
mantra dan puji puja
Wanamukti, Desember 2005
SENJA
nyaris berulang kali sama
begini selalu ketika
matahari kembali ke bumi
saat yang ditunggu semua makhluk
untuk segera
melantunkan mantra dan puji puja
sesaat itu ada yang nyelinap
namun mengapa
begitu hanya sesaat
sekedar nyelinap
tak pernah mukim
Wanamukti, awal Januari 2006
MALAM
saat saat
melantunkan
mantra dan puji puja
namun hampir selalu saja
menemu dunia
lalu bagaimana dengan
kerinduan kerinduan
kenapa tak kunjung usai
mencabik cabik hati
Wanamukti, awal Januari 2006
Label:
sajak
Langganan:
Postingan (Atom)