Sabtu, 19 Juli 2008

KALAH JANJI

KALAH JANJI


kaki ini terasa begitu nyeri
tak kuat lagi berlari
kuyu melayu wajah pasi
tak segar melesi

tampaknya saat mencerai sabar
mesti dibakar

menyisakan sejengkal
tapi kenapa harus kausangkal
jangan percaya peramal
bukankah kita akan selalu kekal

jika pulang, ke mana mesti
kalau tidak ke diri sendiri
bukannya ke mati

jika harus kembali
kenapa dulu berangkat pergi

: kita kalah dengan janji


2008

Jumat, 04 Juli 2008

PELANGI


-->
serupa pelangi


tak ada jeda
di batas warna
hanya bias bias
pantulan cahaya
begitu pula kau dan aku
ia dan mereka
meski nyata berbeda
berjalan dari asal
ke tujuan yang sama
serupa pelangi :
menjelma sementara
lalu menipu kita
sehabis hujan reda

Sabtu, 24 Mei 2008

CATATAN AWAL MUSIM

CATATAN AWAL MUSIM


ada yang berteriak parau
di mana engkau

suaranya amat keras
meretas di batu cadas
namun entah kenapa
terasa menegur sapa

mengingatkan pada dekap ibu
cinta yang senantiasa menggebu

teriakan itu terulang
terdengar lebih lantang
namun entah kenapa
nyata, memeluk lupa

ada yang belum bisa kumaknai
di awal perjumpaan ini


2008

Senin, 19 Mei 2008

TERLIHAT BERSIH

TERLIHAT BERSIH


ruangmu terlihat bersih
begitulah kau berkata
dari tempatmu berdiri
ratusan meter dari sini
dari ruang yang bersih

mendengarmu begitu
aku bisa ngerti, meski
sedikit merasa risih

dan aku merasa sedih
karena, beberapa ada
yang sempat kluyuran
lewat pandang matamu
mengotori ruanganku


2008

SUAKA KATA

SUAKA KATA
: buat timur dan el


ada ruangan di dalam dirimu
yang begitu khusus dan sungguh istimewa
dibatasi oleh sekat-sekat
dengan pintu tertutup rapat
dan hanya sesekali, engkau membukanya

dengan ritual khidmat
di saat-saat yang tepat

tempat kata, kalimat dan tanda baca menemu suaka
di mana beberapa yang sudah sangat langka
masih begitu terawat, begitu terjaga

lalu satu demi satu pasti akan kaukirimkan
kepada mereka dengan sepenuh-penuh cinta

dan aku
rasa tak terkira
telah menjadi salah satu bagian dari mereka


2008


Jumat, 16 Mei 2008

wangi candu

MEWUJUD JUSTERU …

aku telah berhasil mengusir pergi
beberapa rasa Ingin
yang sejak dulu mengeram di hati
namun tak lebih dari sehari
belum sampai tengah malam bahkan
ada yang telah mengirimiku
Wangi Candu
bersama asap rokok diantar oleh Angin
yang tak seperti kemarinkemarin
kini terasa begitu dingin

bergantian Mereka
menepuknepuk tengkuk
meski tak bikin berdiri bulu kuduk
sempat memaksa kepala sejenak tertunduk

: mengapa Mewujudnyata
justeru ketika Ia telah meniada

Selasa, 13 Mei 2008

dibekap waktu

DIBEKAP WAKTU


entah berapa kuntum bunga pernah kau hinggapi
kembali membawa pulang nektar-nektar
hingga luber madu dari pundi-pundi

lalu kau tukar semua dengan berbagai mimpi
yang meski penuh warnawarni
celakanya tak satupun dapat mewujud menghampiri

selalu tapi
tak pernah kau sisakan untukku barang setetes, hingga kini

disinilah aku
bertahun membatu, kaku dibekap waktu
hingga menjadi lupa bagaimana sabar menunggu


2008









Senin, 12 Mei 2008

: Enggar, sahabat baik



KURNIAWAN YUNIANTO :

MENYELARAS

daun daun kering itu luruh ke tanah
berserakan di halaman
mereka tanggal begitu saja dari rantingnya
bukan karena gaya tarik bumi
sungguh bukan pula angin nakal
yang menghempaskannya ke bawah

lihat
justeru daun daun kering itu
telah menyatukan kehendak mereka
dengan kehendak yang juga telah menumbuhkannya

: lebih dari sekedar rasa mencinta yang sangat

mereka telah meniadakan keinginan dan harapan
tak ada protes dan penolakan
begitu pas
menyelaras



CATATAN TAHUN 2007

nyaris di sepanjang tahun ini
di tiap malam menjelang pagi
ratusan burung silih berganti datang dan pergi
bahkan beberapa di antara mereka begitu betah
menjadikan pohon nangka depan rumah
tempat singgah mukim dan istirah

burungburung itu
riuhkicaunya bikin jiwa risih

burungburung itu
geleparsayapnya bikin hati kian perih

burungburung itu
tegursapanya bikin kalbu makin merepih

aih ternyata penawar rindu sedang menunggu
sungguh begitu dekat tak jauh dari pintu
lalu ke mana dulu aku
kenapa tak pernah tahu menahu

meski banyak orang menginginkannya tumbang
pohon nangka itu hingga kini tak jua ku tebang
ku biarkan saja tetap menjulang
tempat burungburung menanamkan kasihsayang

ada memang yang ingin butuh ku bilang
di banyak air matamelinang
hanya satu yang pantas untuk dikenang
sayang engkau tak pernah datang



Selasa, 29 April 2008

POTRET KENANGAN


KURNIAWAN YUNIANTO :

CATATAN ANGANANGAN

: sita yang cukup jelita


bertahuntahun silam nyaris di tiap perjumpaan
pernah kita saling menghalau kenyataan :

berjalan mendaki jauh ke tepi
beriringan sambil saling memandang sesekali
ada kesenangan pada awal saat memulai
saat saat yang sulit ditukarganti
meski kemudian ada yang tibatiba datang
lalu mewujud dalam hitam bayangbayang
meski tak saling memagut
berpaut kita di atas tanah dan rumput
matahari baru saja mencairkan dingin pagi
bayangbayang kita baringrebahan
di atas batubatu hitam
yang mulai terasa menegaskan kehangatan
di jauh mata menebarkan pandang
gununggunung dan perbukitan
tampak hijau samar dilindap kabut
mengabur transparan
tapi bayanagbayang kita tetap tak ke manamana

:
selain cuma ke merangkaki
jalanan terjal penuh bebatuan tajam
lelah melenguhlenguh dibekapbeku dingin angan

Senin, 28 April 2008

Sehari ini

PAGI

matahari belum lagi tinggi
air mata telah kembali
netes ke pipi
kerna nyaris semua yang pergi
tak pernah kembali
dimana Engkau kini
tentu selalu di sini
di hati
di mana tiap orang pasti pulang dari pergi

Wanamukti, Desember 2005



SIANG

hiruk pikuk orang
wajah muram
berbalut geram
di hari siang
hampir semua jenis senyum
melayang
nyaris tak ada yang tersisa
begitupun tegur sapa
lalu kemana
perginya
mantra dan puji puja

Wanamukti, Desember 2005


SENJA

nyaris berulang kali sama
begini selalu ketika
matahari kembali ke bumi
saat yang ditunggu semua makhluk
untuk segera
melantunkan mantra dan puji puja
sesaat itu ada yang nyelinap
namun mengapa
begitu hanya sesaat
sekedar nyelinap
tak pernah mukim

Wanamukti, awal Januari 2006


MALAM

saat saat
melantunkan
mantra dan puji puja
namun hampir selalu saja
menemu dunia
lalu bagaimana dengan
kerinduan kerinduan
kenapa tak kunjung usai
mencabik cabik hati

Wanamukti, awal Januari 2006