Rabu, 15 Juni 2016

UNTUK BIJI POHON JATI

UNTUK BIJI POHON JATI

duhai di mana engkau
jahanam rahim yang pupur
pucat lekang tanah kapur
putih subur bukit yang keras

melambailah kepadaku


23.11.2011

TAHU DIRI

TAHU DIRI


lama tak melihat ikan-ikan menyelam
aku tak punya aquarium, tak punya kolam
punyakah engkau, sungai atau laut
atau justru asinnya maut

ikan-ikan hidupnya di air
meski dalam kelapa memang terdapat air
bukan berarti mereka ada di dalamnya

keras kepala yang kau punya, beda
bisa jadi seperti katak dalam tempurung
tapi jangan berkata, ada ikan dalam kelapa
kau bukan syeh jangkung

dan kegilaanmu masih belumlah cukup
gelap terangmu belum genap setangkup
sukar mendadak keramat

lagi pula, tak cuma butuh akal sehat
kondisi tubuh mesti dibenahi, selain juga
kadar unsur di tiap kutub, haruslah tepat
manis asam asin pahitnya

sebagaimana wedang kopi bertabur garam
tentu saja tanpa daging dan bakso ikan
juga tanpa amis kemaluan


13.06.2016

Sabtu, 28 Mei 2016

RUMAH

RUMAH

dinding, atap hanya batas
sebagaimana lantai tempat berpijak
di sini mengalir segala rutinitas
segenap nadi seluruh nafas

sederas apapun, hujan tak mampu
mengetuk-ngetuk jendela
karena kini, hati tak lagi berpintu
gerbanglah ia

yang berdetak di dalamnya
bukan jam dinding, bukan pula waktu
kita tak perlu lagi berkemas
apalagi cemas

27.05.2016

Minggu, 15 Mei 2016

SUKAR

SUKAR

sebab kalender usang
detak jam pun asing

jarak tempuh diusung
waktu asyik iseng

nyaris semua tertukar
tak lagi dapat ditakar

yang terlanjur tertakar
jadi sulit ditukar

lalu yang kalian pasang
benarkah pasung

pisang dalam sangkar
bagi yang tersingkir

tapi ini bukan burung
bukan pula barang

sering kali saling silang
gagal bertegur sulang


15.05.2016

Rabu, 11 Mei 2016

SYAIR CINTA TERSESAT ANTARA DAPUR DAN KAMAR TIDUR

SYAIR CINTA TERSESAT
ANTARA DAPUR DAN KAMAR TIDUR


bersama rasa kantuk yang sangat
sembari mengulum senyum
kau dengan ringan menyeret suaramu

"baru saja aku bermimpi
aku sudah sampai ke bintang-bintang"

begitu katamu, setengah sadar,
menjawab pertanyaan saat aku pulang

"apakah kau sudah makan sayang?"

kenapa lalu aku yang jadi lapar
bergegas ke dapur mencari makanan
pikiranku tiba-tiba pingsan
saat mencium nasi yang telah basi

dan kau masih tersenyum dalam pejam
melanjutkan mimpi dan keterbatasan
membiarkan biji mataku jatuh
menimpa cemas yang kau tinggalkan

baiklah sayang
cincin kawin kita di rumah pegadaian
memang tak butuh penebusan

hai, sampai di mana tadi
tidurmu belum terlalu jauh bukan



11.05.2011

SEMACAM JAGA SEMPAT SEBELUM SEMPIT

SEMACAM JAGA SEMPAT 
SEBELUM SEMPIT

kami tertawa dengan serius 
kami terlanjur lupa dengan serius
berharap dengan serius saling mengingatkan

sebelum suara-suara dari pengeras suara 
dan satu dua peristiwa tak terduga
semisal, bermain ular tangga

10.05.2016

Sabtu, 07 Mei 2016

MENJELANG KEMARAU

MENJELANG KEMARAU

selain waktu,
seringkali jarak menjadi kambing hitam
atas saling melupakan, yang mulai pelan-pelan berjalan
bahkan, sejak pertama kali bertemu pandang

kau aku sangat paham
bagaimana terus menjaga saling mengkhawatirkan
mengakui, memaklumi tubuh yang egois ini
yang tak selalu mudah ditoleransi

membiarkan kebohongan, berdusta
atau sedang berupaya mencapai lupa dengan sendirinya
berlalu begitu saja

maag yang mulai sering hadir, diare, demam, batuk
sembuh kambuh tanpa memberi tahu lebih dulu
seperti engkau kepadaku

tak pernah benar-benar cerai dariku

sunyi mencair mengalir lalu kembali beku, di matamu
yang basah, yang coklat tanah itu


07.05.2012

BUKAN UNTUK DIKENANG

BUKAN UNTUK DIKENANG

di sini, salju, tulip, hutan dan ikan hiu
hanyalah keisengan chanel televisi
di gegap gempita peradaban global
agar tak dianggap gombal

selepas maghrib, yang didendangkan
biasanya lagu dangdut berbahasa lokal
lalu apa yang dapat ditemukan
ketika pengkhotbah mulai membual

sementara purnama ada di mana-mana
selain tentu dituliskan di banyak buku
penanda birahi yang menggelegak
ke puncak rasa ingin tahu

tuhan, agama, ilmu pengetahuan
hanya seolah memenuhi kewajiban
jadi modal pengakuan kaum beradab
mewujudkah tanggung jawab

sedang kau aku tentu bukan mereka
demikian pula perbincangan kami
meskipun boleh dibawa ke mana-mana
tak serta merta boleh dipuji

lebih-lebih untuk sekadar dijual rugi

05.04.2014

Rabu, 24 Februari 2016

BERTAHAN PADA MENU YANG SAMA

BERTAHAN PADA MENU YANG SAMA


Setelah, kue serabi yang wanginya tersusun
dari kelembutan kelapa dan keras kepalanya
glepung beras segar, lalu tahu goreng yang 
ternyata mesti direbus terlebih dulu, sebelum
mengalami proses pengeringan dalam minyak
yang mendidih. Sepertinya akan butuh waktu 
yang cukup lama, bisa lebih dari satu minggu
untuk dapat melupakan lezatnya kedua jenis 
makanan kategori ringan yang di awal bulan 
secara mengejutkan, tiba-tiba melenting tinggi 
mengajak lidahku tak henti-hentinya menari
selama tiga hari tiga malam, bertahan pada 
menu yang sama.

Selama itu pula, kami telah menandai banyak 
hal, termasuk perasaan, lalu berupaya keras
mengingatnya sebelum kami jadikan lagu, lalu
kami nyanyikan hingga hafal di luar kepala. 

* Dipetik dalam keadaan masih gembadhung
dari kumpulan catatan tentang cabang, dahan, 
ranting, akar, daun, buah, biji --resep sunyi 
yang belum pernah dipublikasikan secara luas
melalui perjanjian yang bersifat komersial oleh 
perorangan atau kelompok yang secara resmi 
dan sah dapat dianggap benar-benar mewakili 
sekte pasa bedhug--. 


22.02.2016

ANAK LELAKI BERTUBUH KURUS

ANAK LELAKI BERTUBUH KURUS

Anak lelaki bertubuh kurus yang bertahun-tahun kemudian mengakhiri 
masa lajangnya dengan menyunting anak perempuan sulung seorang 
imam masjid di daerah kawasan padat penduduk di kotanya, yang kini 
sedang serius menuliskan beberapa gagasan serta pemikiran yang 
menurutnya rentan terlupakan, pernah jadi ketua kelas saat duduk di 
bangku kelas lima sekolah dasar.

Ia lupa perasaanya pada saat itu, apakah senang dan bangga. Namun 
yang pasti, setelah sekian tahun berlalu, ia merasa telah berdosa 
besar Dan sangat menyesal pernah menjadi semacam pejabat, meski 
cuma memimpin tiga puluh delapan anak ingusan yang lebih dari 
separonya bahkan belum disunat, tergabung dalam satu kelas, pada 
masa-masa awal dirinya menuntut ilmu.

Di depan komputer, sembari terus menatap huruf dan angka di papan 
keyboard, diam-diam berjanji tak akan pernah mengulanginya lagi. 
Penyesalannya boleh dibilang cukup mendalam, meski tidak sampai 
bunuh diri. 

* dipetik dari buku cerita yang belum kepikiran diberi judul, karena itu 
semua masih menjadi sekadar angan-angan bagi calon penulisnya 
yang sejak ingat dirinya sebagai manusia hidup yang tentu juga butuh 
makan, lebih menyukai krupuk gendar ketimbang ayam panggang atau
bakso goreng sekali pun.  

22.02.2016 - KY

Senin, 22 Februari 2016

SEJENIS PAHLAWAN

SEJENIS PAHLAWAN
masih ada sebatang rokok dan dua tiga teguk kopi
semoga cukup untuk menemani membuat satu titik
guna melengkapi satu dari tujuh huruf, pembentuk
nama yang setia disembunyikan batu nisan kepada 
guguran kamboja

* dipetik dari catatan kematian penyapu jalan, yang
dianggap berjasa bagi sebuah kota, oleh sebagian
penduduknya -- kerabat dan orang-orang terdekat 

22.02.2016 - KY

Selasa, 16 Februari 2016

HARGA DIRI

HARGA DIRI 

harga diri, katanya
untuk menyebut sejenis martabat
yang toh akhirnya terjual juga
berapa pun harganya

lalu tubuh kecilnya meliuk
akarnya tak pernah dalam
terlalu berat menanggung beban
padi yang tak tahu diri 

kesepakatan, pasti akan sampai 
pada jatuh tempo sebagai tanda usai 
masa berlaku

17 02 2015

Rabu, 27 Januari 2016

GENDARI

GENDARI aku masih ingat saat itu ketika ada pertanyaan, tentang siapa tokoh wayang yang paling disuka dan atau menjadi semacam idola berulang kali nama arjuna disebut nama shinta diucapkan dengan wajah malu-malu atau nama semar dengan perasaan bangga saat itu kau membisikkan satu nama yang sangat mungkin bikin mereka terkejut kau bilang, "Gendari" setelah itu suara tawa cikikikanmu tak henti-henti seolah-olah ada sepasang tanduk mungil baru tumbuh di kepala 06.01.2015

Sabtu, 14 Maret 2015

TERGANTIKAN

TERGANTIKAN


kau rahim mutan 
musim hujan di komputer 
sihir daging yang telah diawetkan

kau birahi plastik 
menghisap rembulan yang kasmaran 
jatuh cinta kepada selokan

kau payudara kayu 
kaku di ruang etalase penuh lampu 
tak sekali pun melenguh

kau bunyi pelangi 
tujuh cahaya dikemas kotak berkilau 
meriah, tak pernah cemas

di luar sana jauh berpuluh-puluh 
yang ada di sini menggigil berpeluh-peluh 
lupa ikon tertawa

menunggu tiba batas kedaluwarsa
rindu ketika nafas dihela 
seruangan penuh



17.06.2014 - KY

Selasa, 20 Januari 2015

LALU SUDAH

LALU SUDAH

jika bukan karena aku
kau pasti telah sampai di gerbang
kata perempuan itu kepada kekasihnya
tangan kanannya terus melambai
yang kiri menekan dada

lelaki bertabur garam
pandang matanya memicing tajam
satu tikam jalan darah melewati perbatasan
ia tak lagi punya waktu untuk segala
yang menetes pun mengalir

dan itu bukanlah ajakan
selamanya kematian selalu sendirian
seperti sunyi yang tak permah bisa diajarkan
hanya butuh saling bertukar ludah
lalu sudah


12.01.2015