TERUS BERJALAN
"Aku ingin bercinta", kata perempuan itu, "Hingga aku tertidur teruslah bicara". Lepas tengah malam, dari kejauhan, keduanya hanya bisa memandang bayang-bayang mereka yang sedang berciuman. Tak ubahnya sepasang cahaya di akhir malam, erat berpelukan.
Tanpa suara, lelaki itu terus berjalan, bicara sendirian. Memenuhi keinginan kekasihnya. Melanjutkan persetubuhan. Hingga batas umur. Lalu tersungkur.
25.06.2012
Jumat, 24 Juni 2016
Jumat, 17 Juni 2016
Rabu, 15 Juni 2016
UNTUK BIJI POHON JATI
UNTUK BIJI POHON JATI
duhai di mana engkau
jahanam rahim yang pupur
pucat lekang tanah kapur
putih subur bukit yang keras
melambailah kepadaku
23.11.2011
duhai di mana engkau
jahanam rahim yang pupur
pucat lekang tanah kapur
putih subur bukit yang keras
melambailah kepadaku
23.11.2011
Label:
sajak
TAHU DIRI
TAHU DIRI
lama tak melihat ikan-ikan menyelam
aku tak punya aquarium, tak punya kolam
punyakah engkau, sungai atau laut
atau justru asinnya maut
ikan-ikan hidupnya di air
meski dalam kelapa memang terdapat air
bukan berarti mereka ada di dalamnya
keras kepala yang kau punya, beda
bisa jadi seperti katak dalam tempurung
tapi jangan berkata, ada ikan dalam kelapa
kau bukan syeh jangkung
dan kegilaanmu masih belumlah cukup
gelap terangmu belum genap setangkup
sukar mendadak keramat
lagi pula, tak cuma butuh akal sehat
kondisi tubuh mesti dibenahi, selain juga
kadar unsur di tiap kutub, haruslah tepat
manis asam asin pahitnya
sebagaimana wedang kopi bertabur garam
tentu saja tanpa daging dan bakso ikan
juga tanpa amis kemaluan
13.06.2016
lama tak melihat ikan-ikan menyelam
aku tak punya aquarium, tak punya kolam
punyakah engkau, sungai atau laut
atau justru asinnya maut
ikan-ikan hidupnya di air
meski dalam kelapa memang terdapat air
bukan berarti mereka ada di dalamnya
keras kepala yang kau punya, beda
bisa jadi seperti katak dalam tempurung
tapi jangan berkata, ada ikan dalam kelapa
kau bukan syeh jangkung
dan kegilaanmu masih belumlah cukup
gelap terangmu belum genap setangkup
sukar mendadak keramat
lagi pula, tak cuma butuh akal sehat
kondisi tubuh mesti dibenahi, selain juga
kadar unsur di tiap kutub, haruslah tepat
manis asam asin pahitnya
sebagaimana wedang kopi bertabur garam
tentu saja tanpa daging dan bakso ikan
juga tanpa amis kemaluan
13.06.2016
Label:
sajak
Sabtu, 28 Mei 2016
RUMAH
RUMAH
dinding, atap hanya batas
sebagaimana lantai tempat berpijak
di sini mengalir segala rutinitas
segenap nadi seluruh nafas
sederas apapun, hujan tak mampu
mengetuk-ngetuk jendela
karena kini, hati tak lagi berpintu
gerbanglah ia
yang berdetak di dalamnya
bukan jam dinding, bukan pula waktu
kita tak perlu lagi berkemas
apalagi cemas
27.05.2016
dinding, atap hanya batas
sebagaimana lantai tempat berpijak
di sini mengalir segala rutinitas
segenap nadi seluruh nafas
sederas apapun, hujan tak mampu
mengetuk-ngetuk jendela
karena kini, hati tak lagi berpintu
gerbanglah ia
yang berdetak di dalamnya
bukan jam dinding, bukan pula waktu
kita tak perlu lagi berkemas
apalagi cemas
27.05.2016
Label:
sajak
Minggu, 15 Mei 2016
SUKAR
SUKAR
sebab kalender usang
detak jam pun asing
jarak tempuh diusung
waktu asyik iseng
nyaris semua tertukar
tak lagi dapat ditakar
yang terlanjur tertakar
jadi sulit ditukar
lalu yang kalian pasang
benarkah pasung
pisang dalam sangkar
bagi yang tersingkir
tapi ini bukan burung
bukan pula barang
sering kali saling silang
gagal bertegur sulang
15.05.2016
sebab kalender usang
detak jam pun asing
jarak tempuh diusung
waktu asyik iseng
nyaris semua tertukar
tak lagi dapat ditakar
yang terlanjur tertakar
jadi sulit ditukar
lalu yang kalian pasang
benarkah pasung
pisang dalam sangkar
bagi yang tersingkir
tapi ini bukan burung
bukan pula barang
sering kali saling silang
gagal bertegur sulang
15.05.2016
Label:
sajak
Rabu, 11 Mei 2016
SYAIR CINTA TERSESAT ANTARA DAPUR DAN KAMAR TIDUR
SYAIR CINTA TERSESAT
ANTARA DAPUR DAN KAMAR TIDUR
bersama rasa kantuk yang sangat
sembari mengulum senyum
kau dengan ringan menyeret suaramu
"baru saja aku bermimpi
aku sudah sampai ke bintang-bintang"
begitu katamu, setengah sadar,
menjawab pertanyaan saat aku pulang
"apakah kau sudah makan sayang?"
kenapa lalu aku yang jadi lapar
bergegas ke dapur mencari makanan
pikiranku tiba-tiba pingsan
saat mencium nasi yang telah basi
dan kau masih tersenyum dalam pejam
melanjutkan mimpi dan keterbatasan
membiarkan biji mataku jatuh
menimpa cemas yang kau tinggalkan
baiklah sayang
cincin kawin kita di rumah pegadaian
memang tak butuh penebusan
hai, sampai di mana tadi
tidurmu belum terlalu jauh bukan
11.05.2011
ANTARA DAPUR DAN KAMAR TIDUR
bersama rasa kantuk yang sangat
sembari mengulum senyum
kau dengan ringan menyeret suaramu
"baru saja aku bermimpi
aku sudah sampai ke bintang-bintang"
begitu katamu, setengah sadar,
menjawab pertanyaan saat aku pulang
"apakah kau sudah makan sayang?"
kenapa lalu aku yang jadi lapar
bergegas ke dapur mencari makanan
pikiranku tiba-tiba pingsan
saat mencium nasi yang telah basi
dan kau masih tersenyum dalam pejam
melanjutkan mimpi dan keterbatasan
membiarkan biji mataku jatuh
menimpa cemas yang kau tinggalkan
baiklah sayang
cincin kawin kita di rumah pegadaian
memang tak butuh penebusan
hai, sampai di mana tadi
tidurmu belum terlalu jauh bukan
11.05.2011
Label:
sajak
SEMACAM JAGA SEMPAT SEBELUM SEMPIT
SEMACAM JAGA SEMPAT
SEBELUM SEMPIT
SEBELUM SEMPIT
kami tertawa dengan serius
kami terlanjur lupa dengan serius
berharap dengan serius saling mengingatkan
sebelum suara-suara dari pengeras suara
dan satu dua peristiwa tak terduga
semisal, bermain ular tangga
10.05.2016
Label:
sajak
Sabtu, 07 Mei 2016
MENJELANG KEMARAU
MENJELANG KEMARAU
selain waktu,
seringkali jarak menjadi kambing hitam
atas saling melupakan, yang mulai pelan-pelan berjalan
bahkan, sejak pertama kali bertemu pandang
kau aku sangat paham
bagaimana terus menjaga saling mengkhawatirkan
mengakui, memaklumi tubuh yang egois ini
yang tak selalu mudah ditoleransi
membiarkan kebohongan, berdusta
atau sedang berupaya mencapai lupa dengan sendirinya
berlalu begitu saja
maag yang mulai sering hadir, diare, demam, batuk
sembuh kambuh tanpa memberi tahu lebih dulu
seperti engkau kepadaku
tak pernah benar-benar cerai dariku
sunyi mencair mengalir lalu kembali beku, di matamu
yang basah, yang coklat tanah itu
07.05.2012
selain waktu,
seringkali jarak menjadi kambing hitam
atas saling melupakan, yang mulai pelan-pelan berjalan
bahkan, sejak pertama kali bertemu pandang
kau aku sangat paham
bagaimana terus menjaga saling mengkhawatirkan
mengakui, memaklumi tubuh yang egois ini
yang tak selalu mudah ditoleransi
membiarkan kebohongan, berdusta
atau sedang berupaya mencapai lupa dengan sendirinya
berlalu begitu saja
maag yang mulai sering hadir, diare, demam, batuk
sembuh kambuh tanpa memberi tahu lebih dulu
seperti engkau kepadaku
tak pernah benar-benar cerai dariku
sunyi mencair mengalir lalu kembali beku, di matamu
yang basah, yang coklat tanah itu
07.05.2012
Label:
sajak
BUKAN UNTUK DIKENANG
BUKAN UNTUK DIKENANG
di sini, salju, tulip, hutan dan ikan hiu
hanyalah keisengan chanel televisi
di gegap gempita peradaban global
agar tak dianggap gombal
selepas maghrib, yang didendangkan
biasanya lagu dangdut berbahasa lokal
lalu apa yang dapat ditemukan
ketika pengkhotbah mulai membual
sementara purnama ada di mana-mana
selain tentu dituliskan di banyak buku
penanda birahi yang menggelegak
ke puncak rasa ingin tahu
tuhan, agama, ilmu pengetahuan
hanya seolah memenuhi kewajiban
jadi modal pengakuan kaum beradab
mewujudkah tanggung jawab
sedang kau aku tentu bukan mereka
demikian pula perbincangan kami
meskipun boleh dibawa ke mana-mana
tak serta merta boleh dipuji
lebih-lebih untuk sekadar dijual rugi
05.04.2014
di sini, salju, tulip, hutan dan ikan hiu
hanyalah keisengan chanel televisi
di gegap gempita peradaban global
agar tak dianggap gombal
selepas maghrib, yang didendangkan
biasanya lagu dangdut berbahasa lokal
lalu apa yang dapat ditemukan
ketika pengkhotbah mulai membual
sementara purnama ada di mana-mana
selain tentu dituliskan di banyak buku
penanda birahi yang menggelegak
ke puncak rasa ingin tahu
tuhan, agama, ilmu pengetahuan
hanya seolah memenuhi kewajiban
jadi modal pengakuan kaum beradab
mewujudkah tanggung jawab
sedang kau aku tentu bukan mereka
demikian pula perbincangan kami
meskipun boleh dibawa ke mana-mana
tak serta merta boleh dipuji
lebih-lebih untuk sekadar dijual rugi
05.04.2014
Label:
sajak
Rabu, 24 Februari 2016
BERTAHAN PADA MENU YANG SAMA
BERTAHAN PADA MENU YANG SAMA
Setelah, kue serabi yang wanginya tersusun
dari kelembutan kelapa dan keras kepalanya
glepung beras segar, lalu tahu goreng yang
ternyata mesti direbus terlebih dulu, sebelum
mengalami proses pengeringan dalam minyak
yang mendidih. Sepertinya akan butuh waktu
yang cukup lama, bisa lebih dari satu minggu
untuk dapat melupakan lezatnya kedua jenis
makanan kategori ringan yang di awal bulan
secara mengejutkan, tiba-tiba melenting tinggi
mengajak lidahku tak henti-hentinya menari
selama tiga hari tiga malam, bertahan pada
menu yang sama.
Selama itu pula, kami telah menandai banyak
hal, termasuk perasaan, lalu berupaya keras
mengingatnya sebelum kami jadikan lagu, lalu
kami nyanyikan hingga hafal di luar kepala.
* Dipetik dalam keadaan masih gembadhung
dari kumpulan catatan tentang cabang, dahan,
ranting, akar, daun, buah, biji --resep sunyi
yang belum pernah dipublikasikan secara luas
melalui perjanjian yang bersifat komersial oleh
perorangan atau kelompok yang secara resmi
dan sah dapat dianggap benar-benar mewakili
sekte pasa bedhug--.
22.02.2016
Setelah, kue serabi yang wanginya tersusun
dari kelembutan kelapa dan keras kepalanya
glepung beras segar, lalu tahu goreng yang
ternyata mesti direbus terlebih dulu, sebelum
mengalami proses pengeringan dalam minyak
yang mendidih. Sepertinya akan butuh waktu
yang cukup lama, bisa lebih dari satu minggu
untuk dapat melupakan lezatnya kedua jenis
makanan kategori ringan yang di awal bulan
secara mengejutkan, tiba-tiba melenting tinggi
mengajak lidahku tak henti-hentinya menari
selama tiga hari tiga malam, bertahan pada
menu yang sama.
Selama itu pula, kami telah menandai banyak
hal, termasuk perasaan, lalu berupaya keras
mengingatnya sebelum kami jadikan lagu, lalu
kami nyanyikan hingga hafal di luar kepala.
* Dipetik dalam keadaan masih gembadhung
dari kumpulan catatan tentang cabang, dahan,
ranting, akar, daun, buah, biji --resep sunyi
yang belum pernah dipublikasikan secara luas
melalui perjanjian yang bersifat komersial oleh
perorangan atau kelompok yang secara resmi
dan sah dapat dianggap benar-benar mewakili
sekte pasa bedhug--.
22.02.2016
Label:
semoga puisi
ANAK LELAKI BERTUBUH KURUS
ANAK LELAKI BERTUBUH KURUS
Anak lelaki bertubuh kurus yang bertahun-tahun kemudian mengakhiri
masa lajangnya dengan menyunting anak perempuan sulung seorang
imam masjid di daerah kawasan padat penduduk di kotanya, yang kini
sedang serius menuliskan beberapa gagasan serta pemikiran yang
menurutnya rentan terlupakan, pernah jadi ketua kelas saat duduk di
bangku kelas lima sekolah dasar.
Ia lupa perasaanya pada saat itu, apakah senang dan bangga. Namun
yang pasti, setelah sekian tahun berlalu, ia merasa telah berdosa
besar Dan sangat menyesal pernah menjadi semacam pejabat, meski
cuma memimpin tiga puluh delapan anak ingusan yang lebih dari
separonya bahkan belum disunat, tergabung dalam satu kelas, pada
masa-masa awal dirinya menuntut ilmu.
Di depan komputer, sembari terus menatap huruf dan angka di papan
keyboard, diam-diam berjanji tak akan pernah mengulanginya lagi.
Penyesalannya boleh dibilang cukup mendalam, meski tidak sampai
bunuh diri.
* dipetik dari buku cerita yang belum kepikiran diberi judul, karena itu
semua masih menjadi sekadar angan-angan bagi calon penulisnya
yang sejak ingat dirinya sebagai manusia hidup yang tentu juga butuh
makan, lebih menyukai krupuk gendar ketimbang ayam panggang atau
bakso goreng sekali pun.
22.02.2016 - KY
Anak lelaki bertubuh kurus yang bertahun-tahun kemudian mengakhiri
masa lajangnya dengan menyunting anak perempuan sulung seorang
imam masjid di daerah kawasan padat penduduk di kotanya, yang kini
sedang serius menuliskan beberapa gagasan serta pemikiran yang
menurutnya rentan terlupakan, pernah jadi ketua kelas saat duduk di
bangku kelas lima sekolah dasar.
Ia lupa perasaanya pada saat itu, apakah senang dan bangga. Namun
yang pasti, setelah sekian tahun berlalu, ia merasa telah berdosa
besar Dan sangat menyesal pernah menjadi semacam pejabat, meski
cuma memimpin tiga puluh delapan anak ingusan yang lebih dari
separonya bahkan belum disunat, tergabung dalam satu kelas, pada
masa-masa awal dirinya menuntut ilmu.
Di depan komputer, sembari terus menatap huruf dan angka di papan
keyboard, diam-diam berjanji tak akan pernah mengulanginya lagi.
Penyesalannya boleh dibilang cukup mendalam, meski tidak sampai
bunuh diri.
* dipetik dari buku cerita yang belum kepikiran diberi judul, karena itu
semua masih menjadi sekadar angan-angan bagi calon penulisnya
yang sejak ingat dirinya sebagai manusia hidup yang tentu juga butuh
makan, lebih menyukai krupuk gendar ketimbang ayam panggang atau
bakso goreng sekali pun.
22.02.2016 - KY
Label:
semoga puisi
Senin, 22 Februari 2016
SEJENIS PAHLAWAN
SEJENIS PAHLAWAN
masih ada sebatang rokok dan dua tiga teguk kopi
semoga cukup untuk menemani membuat satu titik
guna melengkapi satu dari tujuh huruf, pembentuk
nama yang setia disembunyikan batu nisan kepada
guguran kamboja
semoga cukup untuk menemani membuat satu titik
guna melengkapi satu dari tujuh huruf, pembentuk
nama yang setia disembunyikan batu nisan kepada
guguran kamboja
* dipetik dari catatan kematian penyapu jalan, yang
dianggap berjasa bagi sebuah kota, oleh sebagian
penduduknya -- kerabat dan orang-orang terdekat
dianggap berjasa bagi sebuah kota, oleh sebagian
penduduknya -- kerabat dan orang-orang terdekat
22.02.2016 - KY
Label:
semoga puisi
Selasa, 16 Februari 2016
HARGA DIRI
HARGA DIRI
harga diri, katanya
untuk menyebut sejenis martabat
yang toh akhirnya terjual juga
berapa pun harganya
lalu tubuh kecilnya meliuk
akarnya tak pernah dalam
terlalu berat menanggung beban
padi yang tak tahu diri
kesepakatan, pasti akan sampai
pada jatuh tempo sebagai tanda usai
masa berlaku
17 02 2015
harga diri, katanya
untuk menyebut sejenis martabat
yang toh akhirnya terjual juga
berapa pun harganya
lalu tubuh kecilnya meliuk
akarnya tak pernah dalam
terlalu berat menanggung beban
padi yang tak tahu diri
kesepakatan, pasti akan sampai
pada jatuh tempo sebagai tanda usai
masa berlaku
17 02 2015
Label:
sajak
Rabu, 27 Januari 2016
GENDARI
GENDARI
aku masih ingat saat itu
ketika ada pertanyaan, tentang
siapa tokoh wayang yang paling disuka
dan atau menjadi semacam idola
berulang kali nama arjuna disebut
nama shinta diucapkan dengan wajah malu-malu
atau nama semar dengan perasaan bangga
saat itu kau membisikkan satu nama
yang sangat mungkin bikin mereka terkejut
kau bilang, "Gendari"
setelah itu suara tawa cikikikanmu tak henti-henti
seolah-olah ada sepasang tanduk mungil
baru tumbuh di kepala
06.01.2015
Label:
sajak
Langganan:
Postingan (Atom)