CERITA REMBULAN PECAH
suatu ketika, kuceritakan sebuah kisah,
tentang rembulan yang telah pecah,
baru awal sudah tidak ada yang percaya.
kisah belum usai,
keping pecahannya menghantam kepala,
hingga benak terburai --
tinggal sesendok tapi tetap saja berderai
cerita pun ngotot berlanjut,
keping pecahan lainnya tersangkut
di rambut, menjelma mahkota --
bagi sekujur tubuh dan jiwa, adalah raja.
lalu tertawa jejingkrakan di sepanjang jalan pusat kota,
tak perlu diduga --sembarangan berak di sekian muara.
2008
Jumat, 31 Oktober 2008
Selasa, 28 Oktober 2008
TARIAN CINTA
TARIAN CINTA
tarian cinta memeluk lekap sekalian jiwa lelap
selain pukau yang terasa tak ada lagi yang tersisa
nyaris tiap gerak tubuh tak ada yang siasia
sebuah tarian telah menjadi saksi bagi para pencinta sejati
penaripenari yang telah berhasil melupakan
tiap gerak yang pernah dilakukan
2008
tarian cinta memeluk lekap sekalian jiwa lelap
selain pukau yang terasa tak ada lagi yang tersisa
nyaris tiap gerak tubuh tak ada yang siasia
sebuah tarian telah menjadi saksi bagi para pencinta sejati
penaripenari yang telah berhasil melupakan
tiap gerak yang pernah dilakukan
2008
Label:
sajak
KERETA KENCANA
KERETA KENCANA
bersama seikat kembang aku di sini, sayang
tanpa rindu tentu, kerna ku tahu kau pasti akan datang
telah menanti, kereta kencana lengkap dengan empat ekor kuda
kendaraan yang memang diperuntukkan bagi kita
sebuah perjalanan yang teramat jauh harus ditempuh
kau aku telah bersama-sama menyemai padi
sebelum akhirnya sendiri-sendiri menepati masing-masing janji
kali ini mesti sendirian, menempuh perjalanan maha jauh
2008
2008
Label:
sajak
Sabtu, 25 Oktober 2008
ANGIN TERTIKAM
ANGIN TERTIKAM
bersandar pada dinding kamar
yang kaupenuhi dengan keyakinan
menghela langkah ke persimpangan
heran, angin apakah gerangan
yang membikin kaki-kaki timpang
sekian waktu, di halte menunggu
barangkali kebosanan itu
yang memeluk semenjak kau datang
akhirnya kau tikam juga angin itu
tapi entah kenapa ia menolak mati
di pangkuanmu
2008
bersandar pada dinding kamar
yang kaupenuhi dengan keyakinan
menghela langkah ke persimpangan
heran, angin apakah gerangan
yang membikin kaki-kaki timpang
sekian waktu, di halte menunggu
barangkali kebosanan itu
yang memeluk semenjak kau datang
akhirnya kau tikam juga angin itu
tapi entah kenapa ia menolak mati
di pangkuanmu
2008
Label:
sajak
Jumat, 24 Oktober 2008
PERJALANAN TERHENTI
PERJALANAN TERHENTI
sepanjang perjalanan ke rumahmu ditemani butir-butir debu
terasa kesetiaannya pada udara kering --melayang,
berputar-putar, menggelinjang.
sekian lama,
pada akhirnya dikisahkan pula segenap peristiwa.
warung kopi. mereka yang lalu lalang,
terengah-engah. nafas kering yang baunya menyengat.
tertatih-tatih. langkah tak karuan arah.
ada pula yang tidak sabar, dengan tas besar di kedua tangan,
terburu-buru, bergegas ke entah mana -- ke entah siapa
satu niat telah diupayakan terawat --
setelah tikungan terakhir, sekian jengkal dari alamat,
ada kubangan air, sisa hujan kemarin belum sempat menguap
--permukaannya, cermin beban yang terasa berat.
bikin termangu,
terlebih ketika muncul wajahmu--kubangan air berkerut
tiba-tiba saja kusangka laut.
lelah yang sangat,
entah sampai kapan tenaga kembali pulih--terserap
beginilah seringkali banyak perjalanan dihentikan buai harap
2008
Label:
sajak
Sabtu, 18 Oktober 2008
SEJENIS KEMUSTAHILAN
SEJENIS KEMUSTAHILAN
dapatkah kaubayangkan jika unsur-unsur alam menjadi tidak karuan.
ketika api tiba-tiba membeku menjadi sedingin es di kutub utara,
lalu angin mendadak sekeras cadas diam tak kemana-mana,
air mencerai bumi--yang lainnya tak sempat terpikir lagi
seorang temanku berkata, "ah bagaimana mungkin, kawan"
ketika seorang pecinta telah menemukan kecintaannya,
seperti rerumputan kepada tanah gembur basah,
serupa para pengembara kepada setapak jalan menuju pulang
lalu dapatkah kau bayangkan andai ia berpaling darinya
temanku tadi menukas, "seperti unsur alam yang tak karuan"
lalu kataku, "jadi jangan paksa aku menengkarmu, sayang
karena engkau adalah tanah basah tempat berpijak rerumputan
engkau jalan pulang yang bertahun-tahun dicari para pengembara
berpaling darinya lebih dari sekadar tak biasa, kini aku sudah tak bisa"
2008
dapatkah kaubayangkan jika unsur-unsur alam menjadi tidak karuan.
ketika api tiba-tiba membeku menjadi sedingin es di kutub utara,
lalu angin mendadak sekeras cadas diam tak kemana-mana,
air mencerai bumi--yang lainnya tak sempat terpikir lagi
seorang temanku berkata, "ah bagaimana mungkin, kawan"
ketika seorang pecinta telah menemukan kecintaannya,
seperti rerumputan kepada tanah gembur basah,
serupa para pengembara kepada setapak jalan menuju pulang
lalu dapatkah kau bayangkan andai ia berpaling darinya
temanku tadi menukas, "seperti unsur alam yang tak karuan"
lalu kataku, "jadi jangan paksa aku menengkarmu, sayang
karena engkau adalah tanah basah tempat berpijak rerumputan
engkau jalan pulang yang bertahun-tahun dicari para pengembara
berpaling darinya lebih dari sekadar tak biasa, kini aku sudah tak bisa"
2008
Label:
sajak
Minggu, 12 Oktober 2008
TERTIPU TAK TERASA
TERTIPU TAK TERASA
tak perlu sumpah serapah
pun segala puja yang membuncah
segalanya mesti ditempatkan pada tempatnya
kini, aku belajar menakar kehidupan
bermula dari otak yang bebal
jika pada akhirnya semua kata membunuhku
biar saja, aku menerimanya
karena selama ini
mereka telah kugunakan seenaknya
tanpa timbal balik yang layak
apalagi syukur--seucap terimakasih pun
tak pernah terpikirkan
maka kini saatnya
bikin perhitungan kepada yang banyak berhutang
jangan jual mahal
pasar akan segera kembali normal
mempermainkan kata-kata
tertipu yang tak pernah terasa
lalu tunggu apa lagi--bunuh diri saja
supaya mereka tidak lagi repot menyeret pedang,
untuk menebasmu
2008
tak perlu sumpah serapah
pun segala puja yang membuncah
segalanya mesti ditempatkan pada tempatnya
kini, aku belajar menakar kehidupan
bermula dari otak yang bebal
jika pada akhirnya semua kata membunuhku
biar saja, aku menerimanya
karena selama ini
mereka telah kugunakan seenaknya
tanpa timbal balik yang layak
apalagi syukur--seucap terimakasih pun
tak pernah terpikirkan
maka kini saatnya
bikin perhitungan kepada yang banyak berhutang
jangan jual mahal
pasar akan segera kembali normal
mempermainkan kata-kata
tertipu yang tak pernah terasa
lalu tunggu apa lagi--bunuh diri saja
supaya mereka tidak lagi repot menyeret pedang,
untuk menebasmu
2008
Label:
sajak
KEBOHONGAN
KEBOHONGAN
perasaanmu begitu gampang
kau ijinkan kluyuran
ceritamu tentang setangkai kembang
begitu mengesankan
seakan kau api tak kunjung padam
lalu alam semesta adalah bahan bakar kehidupan
hidup mu belum tamat
tidakkah kau ingat
heeii, kali ini nyaris tanpa topeng dari jenis apa pun
masih saja tapi, menyisakan kebohongan
2008
Label:
sajak
Jumat, 19 September 2008
NASI TELAH TANAK
NASI TELAH TANAK
di luar kamar
hujan barusan reda
rumput-rumput basah segar
aroma tanah begitu menggoda
di dalam kamar
rindu telah dipupus
cahaya-cahaya menyebar
wangi candu perlahan membungkus
di dalam benak
sepanci nasi telah tanak
bikin betah yang tadinya tidak
2008
di luar kamar
hujan barusan reda
rumput-rumput basah segar
aroma tanah begitu menggoda
di dalam kamar
rindu telah dipupus
cahaya-cahaya menyebar
wangi candu perlahan membungkus
di dalam benak
sepanci nasi telah tanak
bikin betah yang tadinya tidak
2008
Label:
sajak
Sabtu, 13 September 2008
MATAHARI ATAU INDONESIA
MATAHARI ATAU INDONESIA
pertanyaan-pertanyaan tersesat pada jawaban
siang itu, saat matahari mengisyaratkan harapan yang boleh jadi tinggal janji bertanya engkau kepadaku, “lebih jauh mana matahari ataukah indonesia ?"
aku jawab pertanyaanmu dengan pertanyaan, “ dari mana, engkau pikirkan?”
engkau menukas, “dari sini, tempat kita berdiri sembari mengambil ancangancang untuk pergi ke yang kau atau aku kehendaki nanti“
“lalu matahari yang mana maksudmu ? “, kembali aku bertanya dan kau kembali menukas, “ itu matahari yang di atas , yang siang ini tidak bisakah kau baca sebagai pemberi batas bagi warna daun dan bungabunga “
aku masih dengan pertanyaanku, “ lalu indonesia yang mana yang engkau maksud ?”
kini dengan agak tak sabar, beberapa kata dari mulutmu terlempar, “ hei apa kau sudah bebal ! tentu indonesia yang sebuah negara, yang oleh nenek moyangnya telah diramal akan menjadi negara besar, adil, makmur dan panjang umur serta menjadi kiblat bangsabangsa!”
akhirnya pertanyaan di awal pembicaraan aku jawab dengan tanpa pertanyaan, ” kalau begitu, tentu matahari lebih jauh dari indonesia, saudara “
sesaat itu sepi, sunyi, senyap, hening berantrian menyapa kami tanpa suara tanpa bunyi. kata-katanyalah yang kemudian terucap pelan, dalam nada bertanya yang tapi tampak tak butuh jawaban yang mesti terucapkan,
“matahari yang kau bilang lebih jauh dariku masih saja tampak oleh pandang mata sedangkan aku yang kau kata lebih dekat tak pernah jua Terlihat “
2008.
Label:
prosa pendek
Minggu, 07 September 2008
PENCINTA KESIANGAN
PENCINTA KESIANGAN
nyaris seluruh coretan di dinding kamar
mendadak jadi samar :
engkau yang berdiri di depan pintu
menatap tajam kepada ku
semakin jelas saja, rajah
yang tertoreh di sepanjang garis wajah
di telapak tangan
jejak yang kau tinggalkan
terasa hangat menunggu dimukimkan
sebelum akhirnya keburu dihapus hujan
kenapa tak segera berangkat
selagi matahari belum sampai ke barat
di sebalik jendela
iring-iringan mega angkuh, menjelaga
2008
nyaris seluruh coretan di dinding kamar
mendadak jadi samar :
engkau yang berdiri di depan pintu
menatap tajam kepada ku
semakin jelas saja, rajah
yang tertoreh di sepanjang garis wajah
di telapak tangan
jejak yang kau tinggalkan
terasa hangat menunggu dimukimkan
sebelum akhirnya keburu dihapus hujan
kenapa tak segera berangkat
selagi matahari belum sampai ke barat
di sebalik jendela
iring-iringan mega angkuh, menjelaga
2008
Label:
sajak
TUHAN BUKAN KAMBING HITAM
Kurniawan Yunianto :
TUHAN BUKAN KAMBING HITAM
hanya sebuah peristiwa
yang kau baca sebagai bencana
lalu kau salahkan siapa saja
tudingan mu bikin semua jadi sakit jiwa
lantaran tak terima
dianggap sebagai penyebab malapetaka
kerna tuhan pun telah menolak
untuk kembali menjadi kambing hitam
apalagi segenap makhluk ciptaannya
lalu bagian mana yang tak kau pahami
kenapa tak bunuh diri
agar dapat dilahirkan kembali
jadi makhluk yang berperi
Label:
sajak
LEWAT BATAS
LEWAT BATASBATAS
bebunyian yang kau kira bikin tentram
cuma tertulis pada kertas buram
tetapi bukan puisi
hanya daftar belanja kebutuhan sehari-hari
yang tak pernah kau kebiri
bagaimana tata caranya untuk memenuhi
melewati batas sambil meremas rencana dan ketentuan
kau tak terganggu lagi bukan
2008
bebunyian yang kau kira bikin tentram
cuma tertulis pada kertas buram
tetapi bukan puisi
hanya daftar belanja kebutuhan sehari-hari
yang tak pernah kau kebiri
bagaimana tata caranya untuk memenuhi
melewati batas sambil meremas rencana dan ketentuan
kau tak terganggu lagi bukan
2008
Label:
sajak
Sabtu, 06 September 2008
PEREMPUAN MASAK
: janis joplin
parau di getar suara
summertimes mengerak
menggelepar serak
di kering asmara
putih di silau mutiara
engkau kilau perak
si penenggak tuak
bergoyang jejingkrakan
tidak lagi berak
di sembarang muara
memilih beranak-pinak
ketimbang gebyar tiara
perempuanku masak
cintanya kian tak terkira
2008
perempuanku masak
cintanya kian tak terkira
2008
Label:
sajak
GELAP PERAWAN
GELAP PERAWAN
di luar kebiasaan
menuju ke masa depan
betapa kegelapan
begitu perawan
lebih ke depan
ia akan memakin kian
meski
masih tetap berjalan
saat ini
pelan-pelan saja
tak harus menyisih jauh
dari kekinian bukan
2008
di luar kebiasaan
menuju ke masa depan
betapa kegelapan
begitu perawan
lebih ke depan
ia akan memakin kian
meski
masih tetap berjalan
saat ini
pelan-pelan saja
tak harus menyisih jauh
dari kekinian bukan
2008
Label:
sajak
Langganan:
Postingan (Atom)