MENIPU KALBU
kaukah itu yang mengerak
terpedaya pada torehan di sayap-sayap perak
yang kau sangka sebagai syair dan sajak
bukan sayang, sama sekali bukan
ungkapan itu bukan lahir dari kalbu
ia hanyalah pergerakan akal yang menipu
betapapun mungkin telah dapat menetaskan rindu
kepada yang selama ini bikin tentram sekaligus ngilu
begitu halus, bukan
tak terasa mengelus segenap perasaan
yang pupus perlahan-lahan
kian menjauhkan jarak antara hidup dan mati
padahal hanya butuh di satu titik untuk berhenti
: kau, di rasa memati
2008
Jumat, 19 Desember 2008
Jumat, 28 November 2008
SEPERCIK AIR
Kurniawan Yunianto :
SEPERCIK AIR
hembusan angin pagi
melentingkan tetesan embun dari ujung daun
sepercik air, tetap saja membasahi tanah
sementara sekawanan lebah mengiringkan sang ratu hijrah
terik matahari tak pernah lupa mematangkan segenap ciptaan
tak perlu menunggu hujan menderas
untuk memecahkan cadas
sejengkal ke depan ke tanah berkalang
tak surut langkah memakin juang
pernah kubilang, beberapa rasa ingin telah moksa
nah, ini satu diantaranya, yang masih tersisa
aku ingin cepatcepat mati
kerna jika nanti hidup kembali
aku bisa memilih menjadi siapa saja yang kuingini
tentu bukan lagi raja ataupun si penyanyi
kompas.com
SEPERCIK AIR
hembusan angin pagi
melentingkan tetesan embun dari ujung daun
sepercik air, tetap saja membasahi tanah
sementara sekawanan lebah mengiringkan sang ratu hijrah
terik matahari tak pernah lupa mematangkan segenap ciptaan
tak perlu menunggu hujan menderas
untuk memecahkan cadas
sejengkal ke depan ke tanah berkalang
tak surut langkah memakin juang
pernah kubilang, beberapa rasa ingin telah moksa
nah, ini satu diantaranya, yang masih tersisa
aku ingin cepatcepat mati
kerna jika nanti hidup kembali
aku bisa memilih menjadi siapa saja yang kuingini
tentu bukan lagi raja ataupun si penyanyi
kompas.com
Label:
sajak
Selasa, 25 November 2008
PERNIKAHAN TUNGGAL
Kurniawan Yunianto :
PERNIKAHAN TUNGGAL
mengenakan pakaian pengantin adat jawa
iringiringan keluarga sanak saudara
mengantarku, ke sebuah peristiwa
yang begitu penting dan sakral seharusnya
prosesi perkawinan kulalui dengan sepenuh hati
mulai dari siraman, akad nikah, hingga ke pelaminan
segenap undanganpun mengikuti acara dengan seksama
tak ada tandatanda ataupun isyarat dari mereka
yang memperlihatkan rasa heran
semua tampak normal dan wajarwajar saja
layaknya sebuah peristiwa pernikahan biasa
lalu aku mulai merasa aneh dan janggal
bagaimana tidak, jika mempelaiku tak ada di sepanjang ritual
kedua mataku tak mengindera keberadaanya
di pelaminan, di sampingku selain udara tak ada siapasiapa
tapi seluruh prosesi tetap kujalani tanpa bertanya
kalian tak percaya bukan
itulah mimpiku, yang sungguh terasa begitu nyata
yang kemudian membuatku menyesal
adalah kenapa baru kemarin malam
peristiwa lebih dari sebelas tahun lalu itu kusadari sebagai mimpi
lalu butuh berapa lama untuk memaknai dan mewujudkannya
pada akhirnya, aku memang tak pernah menikahi apa atau siapa
meski saat ini terutara pula kenyataan dunia isteriku baikbaik saja merawat dan menjaga dua anak kami
yang telah pula mengikrarkan janjijanji
untuk kemudian bersusahpayah memahami
sebelum pada akhirnya dengan segenap hati berupaya menepati
mungkin kalian masih tak percaya
dan bisa jadi telah menganggapku gila
lalu apa lagi yang harus ku lakukan agar kalian dapat paham
wahai jiwajiwa yang berada di akal dan pikir
di sungguh jauh dari hati dan cinta
PERNIKAHAN TUNGGAL
mengenakan pakaian pengantin adat jawa
iringiringan keluarga sanak saudara
mengantarku, ke sebuah peristiwa
yang begitu penting dan sakral seharusnya
prosesi perkawinan kulalui dengan sepenuh hati
mulai dari siraman, akad nikah, hingga ke pelaminan
segenap undanganpun mengikuti acara dengan seksama
tak ada tandatanda ataupun isyarat dari mereka
yang memperlihatkan rasa heran
semua tampak normal dan wajarwajar saja
layaknya sebuah peristiwa pernikahan biasa
lalu aku mulai merasa aneh dan janggal
bagaimana tidak, jika mempelaiku tak ada di sepanjang ritual
kedua mataku tak mengindera keberadaanya
di pelaminan, di sampingku selain udara tak ada siapasiapa
tapi seluruh prosesi tetap kujalani tanpa bertanya
kalian tak percaya bukan
itulah mimpiku, yang sungguh terasa begitu nyata
yang kemudian membuatku menyesal
adalah kenapa baru kemarin malam
peristiwa lebih dari sebelas tahun lalu itu kusadari sebagai mimpi
lalu butuh berapa lama untuk memaknai dan mewujudkannya
pada akhirnya, aku memang tak pernah menikahi apa atau siapa
meski saat ini terutara pula kenyataan dunia isteriku baikbaik saja merawat dan menjaga dua anak kami
yang telah pula mengikrarkan janjijanji
untuk kemudian bersusahpayah memahami
sebelum pada akhirnya dengan segenap hati berupaya menepati
mungkin kalian masih tak percaya
dan bisa jadi telah menganggapku gila
lalu apa lagi yang harus ku lakukan agar kalian dapat paham
wahai jiwajiwa yang berada di akal dan pikir
di sungguh jauh dari hati dan cinta
Label:
sajak
Selasa, 18 November 2008
PERTARUHAN
Kurniawan Yunianto :
PERTARUHAN
tak jua luka menganga
dapat mengikis tubuh yang telah menua
siapa lagi coba menghentikan langkah si pejalan tua
kaukah itu, yang mengaku sebagai datuk utara
kau sedang bertaruh rupanya
pada perjudian yang bukan kau sendiri yang mencipta
serupa akan menaruh satu kata
pada lajur kalimat karya pujangga ternama
belum sampai ke tepi alur
berceceran, hanya menyisakan satu huruf
yang juga menolak mukim di genggaman
meski kau coba maknai dengan segala harapan
masyarakat sastra
PERTARUHAN
tak jua luka menganga
dapat mengikis tubuh yang telah menua
siapa lagi coba menghentikan langkah si pejalan tua
kaukah itu, yang mengaku sebagai datuk utara
kau sedang bertaruh rupanya
pada perjudian yang bukan kau sendiri yang mencipta
serupa akan menaruh satu kata
pada lajur kalimat karya pujangga ternama
belum sampai ke tepi alur
berceceran, hanya menyisakan satu huruf
yang juga menolak mukim di genggaman
meski kau coba maknai dengan segala harapan
masyarakat sastra
Label:
sajak
Kamis, 06 November 2008
KENAPA BUKAN GERIMIS
Kurniawan Yunianto :
KENAPA BUKAN GERIMIS
tik tik tik tik tik
ternyata kau lagi
masih tak bosan menyerupa jam dinding di buta pagi
padahal tadinya kusangka gerimis sedang berjingkat
KENAPA BUKAN GERIMIS
tik tik tik tik tik
ternyata kau lagi
masih tak bosan menyerupa jam dinding di buta pagi
padahal tadinya kusangka gerimis sedang berjingkat
Label:
sajak
Sabtu, 01 November 2008
DUA MATAHARI
Kurniawan Yunianto :
DUA MATAHARI
dua matahari berada di atas kepala
padang kurusetra membara
tempat pembantaian ribuan serdadu dan ksatria
yang memilih laku ketimbang mengumbar suara
satu niatan telah diteguhkan
segenap kehendak telah disatukan
tombak dan anak panah pun ditajamkan
padang pertempuran nyatanyata di hadapan
peperangan tak lagi dapat dihindarkan
maka sebagai pilihan
maju ke kancah medan atau tenggelam menyeret angan
dua matahari berada di atas kepala
raja di negeri kami kembar dua
satu di tahta satu rakyat jelata
meretas jalan singgasana tak kemanamana
satu niatan telah diteguhkan
segenap kehendak telah ditekadkan
tubuh dan jiwa pun dipersiapkan
segala sengkarut menghadang di depan di ujung jalan
ke sanalah kaki dilangkahkan, ke pendadaran
kepada siapa saja yang kawogan
termungkinkan jalan menuju kadewatan
DUA MATAHARI
dua matahari berada di atas kepala
padang kurusetra membara
tempat pembantaian ribuan serdadu dan ksatria
yang memilih laku ketimbang mengumbar suara
satu niatan telah diteguhkan
segenap kehendak telah disatukan
tombak dan anak panah pun ditajamkan
padang pertempuran nyatanyata di hadapan
peperangan tak lagi dapat dihindarkan
maka sebagai pilihan
maju ke kancah medan atau tenggelam menyeret angan
dua matahari berada di atas kepala
raja di negeri kami kembar dua
satu di tahta satu rakyat jelata
meretas jalan singgasana tak kemanamana
satu niatan telah diteguhkan
segenap kehendak telah ditekadkan
tubuh dan jiwa pun dipersiapkan
segala sengkarut menghadang di depan di ujung jalan
ke sanalah kaki dilangkahkan, ke pendadaran
kepada siapa saja yang kawogan
termungkinkan jalan menuju kadewatan
Label:
sajak
Jumat, 31 Oktober 2008
DAMAR KANGINAN
Kurniawan Yunianto :
DAMAR KANGINAN
mungguh tumrap jalmo
keseser ing alam bebrayan :
bot repoting laku kanthi direwangi lali marang kiwatengene
ciptaning gusti sakabehe kang nggedekake uripe
nanging sepranaseprene durung tau laku gawe
isine pijer mangan tempe ora tau lali marang luwe
lirwa marang laku lan mituhu, sakarepe dewe
nggedeake mangan
ucul seko kasunyatan
mbuwak kotoran saparanparan
ing jaman kalabendu
tumindak kaya mangkono mau
wis dadi soko guru, banget digugu lan ditiru
DAMAR KANGINAN
mungguh tumrap jalmo
keseser ing alam bebrayan :
bot repoting laku kanthi direwangi lali marang kiwatengene
ciptaning gusti sakabehe kang nggedekake uripe
nanging sepranaseprene durung tau laku gawe
isine pijer mangan tempe ora tau lali marang luwe
lirwa marang laku lan mituhu, sakarepe dewe
nggedeake mangan
ucul seko kasunyatan
mbuwak kotoran saparanparan
ing jaman kalabendu
tumindak kaya mangkono mau
wis dadi soko guru, banget digugu lan ditiru
Label:
geguritan
REMBULAN PECAH
CERITA REMBULAN PECAH
suatu ketika, kuceritakan sebuah kisah,
tentang rembulan yang telah pecah,
baru awal sudah tidak ada yang percaya.
kisah belum usai,
keping pecahannya menghantam kepala,
hingga benak terburai --
tinggal sesendok tapi tetap saja berderai
cerita pun ngotot berlanjut,
keping pecahan lainnya tersangkut
di rambut, menjelma mahkota --
bagi sekujur tubuh dan jiwa, adalah raja.
lalu tertawa jejingkrakan di sepanjang jalan pusat kota,
tak perlu diduga --sembarangan berak di sekian muara.
2008
suatu ketika, kuceritakan sebuah kisah,
tentang rembulan yang telah pecah,
baru awal sudah tidak ada yang percaya.
kisah belum usai,
keping pecahannya menghantam kepala,
hingga benak terburai --
tinggal sesendok tapi tetap saja berderai
cerita pun ngotot berlanjut,
keping pecahan lainnya tersangkut
di rambut, menjelma mahkota --
bagi sekujur tubuh dan jiwa, adalah raja.
lalu tertawa jejingkrakan di sepanjang jalan pusat kota,
tak perlu diduga --sembarangan berak di sekian muara.
2008
Label:
sajak
Selasa, 28 Oktober 2008
TARIAN CINTA
TARIAN CINTA
tarian cinta memeluk lekap sekalian jiwa lelap
selain pukau yang terasa tak ada lagi yang tersisa
nyaris tiap gerak tubuh tak ada yang siasia
sebuah tarian telah menjadi saksi bagi para pencinta sejati
penaripenari yang telah berhasil melupakan
tiap gerak yang pernah dilakukan
2008
tarian cinta memeluk lekap sekalian jiwa lelap
selain pukau yang terasa tak ada lagi yang tersisa
nyaris tiap gerak tubuh tak ada yang siasia
sebuah tarian telah menjadi saksi bagi para pencinta sejati
penaripenari yang telah berhasil melupakan
tiap gerak yang pernah dilakukan
2008
Label:
sajak
KERETA KENCANA
KERETA KENCANA
bersama seikat kembang aku di sini, sayang
tanpa rindu tentu, kerna ku tahu kau pasti akan datang
telah menanti, kereta kencana lengkap dengan empat ekor kuda
kendaraan yang memang diperuntukkan bagi kita
sebuah perjalanan yang teramat jauh harus ditempuh
kau aku telah bersama-sama menyemai padi
sebelum akhirnya sendiri-sendiri menepati masing-masing janji
kali ini mesti sendirian, menempuh perjalanan maha jauh
2008
2008
Label:
sajak
Sabtu, 25 Oktober 2008
ANGIN TERTIKAM
ANGIN TERTIKAM
bersandar pada dinding kamar
yang kaupenuhi dengan keyakinan
menghela langkah ke persimpangan
heran, angin apakah gerangan
yang membikin kaki-kaki timpang
sekian waktu, di halte menunggu
barangkali kebosanan itu
yang memeluk semenjak kau datang
akhirnya kau tikam juga angin itu
tapi entah kenapa ia menolak mati
di pangkuanmu
2008
bersandar pada dinding kamar
yang kaupenuhi dengan keyakinan
menghela langkah ke persimpangan
heran, angin apakah gerangan
yang membikin kaki-kaki timpang
sekian waktu, di halte menunggu
barangkali kebosanan itu
yang memeluk semenjak kau datang
akhirnya kau tikam juga angin itu
tapi entah kenapa ia menolak mati
di pangkuanmu
2008
Label:
sajak
Jumat, 24 Oktober 2008
PERJALANAN TERHENTI
PERJALANAN TERHENTI
sepanjang perjalanan ke rumahmu ditemani butir-butir debu
terasa kesetiaannya pada udara kering --melayang,
berputar-putar, menggelinjang.
sekian lama,
pada akhirnya dikisahkan pula segenap peristiwa.
warung kopi. mereka yang lalu lalang,
terengah-engah. nafas kering yang baunya menyengat.
tertatih-tatih. langkah tak karuan arah.
ada pula yang tidak sabar, dengan tas besar di kedua tangan,
terburu-buru, bergegas ke entah mana -- ke entah siapa
satu niat telah diupayakan terawat --
setelah tikungan terakhir, sekian jengkal dari alamat,
ada kubangan air, sisa hujan kemarin belum sempat menguap
--permukaannya, cermin beban yang terasa berat.
bikin termangu,
terlebih ketika muncul wajahmu--kubangan air berkerut
tiba-tiba saja kusangka laut.
lelah yang sangat,
entah sampai kapan tenaga kembali pulih--terserap
beginilah seringkali banyak perjalanan dihentikan buai harap
2008
Label:
sajak
Sabtu, 18 Oktober 2008
SEJENIS KEMUSTAHILAN
SEJENIS KEMUSTAHILAN
dapatkah kaubayangkan jika unsur-unsur alam menjadi tidak karuan.
ketika api tiba-tiba membeku menjadi sedingin es di kutub utara,
lalu angin mendadak sekeras cadas diam tak kemana-mana,
air mencerai bumi--yang lainnya tak sempat terpikir lagi
seorang temanku berkata, "ah bagaimana mungkin, kawan"
ketika seorang pecinta telah menemukan kecintaannya,
seperti rerumputan kepada tanah gembur basah,
serupa para pengembara kepada setapak jalan menuju pulang
lalu dapatkah kau bayangkan andai ia berpaling darinya
temanku tadi menukas, "seperti unsur alam yang tak karuan"
lalu kataku, "jadi jangan paksa aku menengkarmu, sayang
karena engkau adalah tanah basah tempat berpijak rerumputan
engkau jalan pulang yang bertahun-tahun dicari para pengembara
berpaling darinya lebih dari sekadar tak biasa, kini aku sudah tak bisa"
2008
dapatkah kaubayangkan jika unsur-unsur alam menjadi tidak karuan.
ketika api tiba-tiba membeku menjadi sedingin es di kutub utara,
lalu angin mendadak sekeras cadas diam tak kemana-mana,
air mencerai bumi--yang lainnya tak sempat terpikir lagi
seorang temanku berkata, "ah bagaimana mungkin, kawan"
ketika seorang pecinta telah menemukan kecintaannya,
seperti rerumputan kepada tanah gembur basah,
serupa para pengembara kepada setapak jalan menuju pulang
lalu dapatkah kau bayangkan andai ia berpaling darinya
temanku tadi menukas, "seperti unsur alam yang tak karuan"
lalu kataku, "jadi jangan paksa aku menengkarmu, sayang
karena engkau adalah tanah basah tempat berpijak rerumputan
engkau jalan pulang yang bertahun-tahun dicari para pengembara
berpaling darinya lebih dari sekadar tak biasa, kini aku sudah tak bisa"
2008
Label:
sajak
Minggu, 12 Oktober 2008
TERTIPU TAK TERASA
TERTIPU TAK TERASA
tak perlu sumpah serapah
pun segala puja yang membuncah
segalanya mesti ditempatkan pada tempatnya
kini, aku belajar menakar kehidupan
bermula dari otak yang bebal
jika pada akhirnya semua kata membunuhku
biar saja, aku menerimanya
karena selama ini
mereka telah kugunakan seenaknya
tanpa timbal balik yang layak
apalagi syukur--seucap terimakasih pun
tak pernah terpikirkan
maka kini saatnya
bikin perhitungan kepada yang banyak berhutang
jangan jual mahal
pasar akan segera kembali normal
mempermainkan kata-kata
tertipu yang tak pernah terasa
lalu tunggu apa lagi--bunuh diri saja
supaya mereka tidak lagi repot menyeret pedang,
untuk menebasmu
2008
tak perlu sumpah serapah
pun segala puja yang membuncah
segalanya mesti ditempatkan pada tempatnya
kini, aku belajar menakar kehidupan
bermula dari otak yang bebal
jika pada akhirnya semua kata membunuhku
biar saja, aku menerimanya
karena selama ini
mereka telah kugunakan seenaknya
tanpa timbal balik yang layak
apalagi syukur--seucap terimakasih pun
tak pernah terpikirkan
maka kini saatnya
bikin perhitungan kepada yang banyak berhutang
jangan jual mahal
pasar akan segera kembali normal
mempermainkan kata-kata
tertipu yang tak pernah terasa
lalu tunggu apa lagi--bunuh diri saja
supaya mereka tidak lagi repot menyeret pedang,
untuk menebasmu
2008
Label:
sajak
KEBOHONGAN
KEBOHONGAN
perasaanmu begitu gampang
kau ijinkan kluyuran
ceritamu tentang setangkai kembang
begitu mengesankan
seakan kau api tak kunjung padam
lalu alam semesta adalah bahan bakar kehidupan
hidup mu belum tamat
tidakkah kau ingat
heeii, kali ini nyaris tanpa topeng dari jenis apa pun
masih saja tapi, menyisakan kebohongan
2008
Label:
sajak
Langganan:
Postingan (Atom)